Bupati Tabalong Dorong Warga Jadi Pengusaha Telur, Apresiasi Pelatihan Ayam Petelur di Kelurahan Tanjung

FAKTA – Bupati Tabalong mengapresiasi program pelatihan budidaya ayam petelur yang diselenggarakan Kelurahan Tanjung bagi masyarakat prasejahtera. Ia menilai usaha ayam petelur memiliki prospek menjanjikan dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Apresiasi disampaikan Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani saat membuka pelatihan budidaya ayam petelur yang dilaksanakan Kelurahan Tanjung pada Kamis, 11 Juni 2026, di Aula Barunak Tanjung. Menurut Bupati, program ini bermanfaat agar masyarakat memiliki sumber penghasilan dan usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Karena tidak hanya mendapatkan pelatihan, peserta juga mendapatkan bantuan sarana untuk membudidayakan ayam petelur secara mandiri, seperti enam ekor ayam, satu set kandang ayam dua belas pintu, serta pakan ayam seberat lima kilogram yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tabalong.

Bupati menilai, meskipun bantuan yang diberikan saat ini masih dalam skala kecil, namun apabila diiringi dengan kemauan belajar dan ketekunan, masyarakat berpeluang menjadi pengusaha telur. Terlebih kebutuhan telur di Tabalong masih cukup tinggi dan pasokannya belum sepenuhnya terpenuhi.

“Ini maksud kami supaya buhan pian ini punya pendapatan, punya usaha. Ya mulai yang kecil, memang kelihatan kecil, tapi dengan belajar buhan pian nantinya bisa jadi pengusaha telur karena ini menjanjikan. Usaha telur yang menjanjikan dan usaha ayam pedaging, ayam itu juga diperlukan, masih banyak pasokan yang kurang,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.

Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah daerah mendorong munculnya peternak-peternak baru yang mampu meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, Bupati juga menyampaikan kepada peserta pelatihan untuk ke depannya dapat mengembangkan usaha hingga menjadi usaha yang lebih besar. Apabila terkendala modal, Pemkab Tabalong telah menyediakan Program Kredit Tabalong Smart dengan bunga nol persen dan tanpa biaya administrasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka. (tbl/eya)