FAKTA – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Bupati Mamuju dengan mengangkat isu penanganan sampah di Mamuju. Demonstrasi yang gelar pada,
11 Juni 2026 berlangsung ricuh hingga berujung bentrokan antara aparat kepolisian dan Satpol PP dengan massa aksi.
Dalam aksinya, mahasiswa menuntut pemerintah daerah untuk lebih serius menangani persoalan sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan di sejumlah wilayah kabupaten Mamuju Sulawesi Barat . Massa meminta adanya langkah konkret kepada bupati dan Kapala Dinas DLHK untuk mengambil langkah kongkrit yang efektif untuk mengatasi masalah penanganan sampah, ” pinta Defry korlap aksi dalam orasinya.
Lanjut dalam aksi tersebut, situasi mulai memanas ketika massa berusaha mendekati area kantor bupati untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pihak pemerintah daerah. Aparat keamanan yang berjaga berupaya menghalau massa guna menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar lokasi.
Massa aksi saling dorong – mendorong antara petugas tidak dapat dihindari hingga menyebabkan bentrokan dan sejumlah mahasiswa dan aparat terlihat saling tarik-menarik saat situasi semakin tidak terkendali.
Hal tersebut dipicu oleh aparat kepolisian yang mencoba memadamkan api BAN yang dibakar oleh massa aksi dari PMII.
Lebih lanjut di titik kumpul aksi di depan Kantor bupati Mamuju , mereka membentangkan spanduk di jalanan yang bertuliskan :
PMII Mennggugat, Mamuju Darurat Penanganan Sampah, Bupati Gagal.
Lebih lanjut hasil daripada audiansi
aksi yang diberikan Kewenagan untuk menemui massa aksi PMII Cabang Mamuju, oleh asisten II Bupati dan kepala dinas lingkungan hidup (DLHK) akan menyampaikan langsung ke bupati untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) PMII dan bupati.
Harapan para pendemo dari PMII adalah bukan sekedar janji yang diberikan kepada kami untuk melakukan RDP dengan Bupati, karna proses pengangkatan dan pemrosesan sampah di kabupaten Mamuju sangat tidak efektif, ditambah lagi dengan kurangnya armada pengangkatan sampah yang mengakibatkan penumpukan dan tdak maksimal pengangkatan dari 11 kecamatan di Kabupaten Mamuju, ” tutup massa aksi PMII dengan penuh harapan dan bukan sekedar janji-janji. (Ammank-007)






