FMI dan HP Luncurkan SecBox di Tengah Meningkatnya Ancaman Siber

FPT Metrodata Indonesia (FMI) bersama HP Indonesia dan PT Mitra Integrasi Informatika (MII) memperkenalkan SecBox di Hotel ShangriLa Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto: Dina/majalahfakta.id)

FAKTA – PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) bersama HP Indonesia dan PT Mitra Integrasi Informatika (MII) memperkenalkan SecBox, platform monitoring keamanan siber yang ditujukan untuk membantu perusahaan memantau ancaman digital secara terpusat.

Peluncuran dilakukan di hotel ShangriLa Jakarta, Rabu (21/5/2026), di tengah meningkatnya kasus serangan siber di Indonesia. Dalam acara tersebut, sejumlah narasumber menyoroti perkembangan ancaman digital yang kini semakin kompleks, termasuk serangan berbasis kecerdasan buatan (AI), phishing, malware, dan ransomware.

Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, Alexander Kuntoro, mengatakan kebutuhan terhadap sistem keamanan siber terus meningkat di berbagai sektor.

“Serangan siber sekarang semakin sering terjadi dan menyasar banyak organisasi di Indonesia. Karena itu, perusahaan membutuhkan sistem keamanan yang dapat membantu proses monitoring dan penanganan ancaman digital,” ujarnya.

Menurut Alexander, FMI merupakan bagian dari Metrodata Group yang berfokus pada layanan keamanan siber dan konsultasi teknologi.

Presiden Direktur HP Indonesia, Juliana Cen, menyebut ancaman keamanan digital berkembang seiring meningkatnya penggunaan AI.

“Serangan seperti phishing dan malware sekarang lebih mudah dibuat dan penyebarannya semakin luas. Banyak serangan juga bermula dari perangkat endpoint yang digunakan sehari-hari,” kata Juliana.

Ia mengutip data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menunjukkan tingginya potensi lalu lintas serangan siber di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam kerja sama tersebut, HP menghadirkan teknologi keamanan endpoint melalui HP Wolf Security. Teknologi tersebut disebut memiliki perlindungan pada level perangkat keras, firmware, hingga sistem operasi.

Sementara itu, Division Manager PT FPT Metrodata Indonesia, Digit Oktavianto, menjelaskan SecBox dikembangkan sebagai platform keamanan yang menggabungkan sejumlah fungsi monitoring dan deteksi ancaman dalam satu sistem.

“Platform ini mengintegrasikan monitoring keamanan, threat intelligence, cloud monitoring, hingga incident response,” ujarnya.

Menurut Digit, perusahaan saat ini menghadapi tantangan dalam mengelola sistem keamanan yang tersebar di berbagai perangkat dan platform. Karena itu, kebutuhan terhadap sistem monitoring terpusat dinilai semakin meningkat.

Ia juga menjelaskan platform tersebut dilengkapi fitur analisis berbasis AI untuk membantu proses identifikasi ancaman dan analisis insiden keamanan.

Technical Consultant HP Indonesia, Krismayadi, mengatakan ancaman phishing masih menjadi salah satu metode serangan yang paling sering digunakan.

“Sekarang phishing tidak hanya melalui email, tetapi juga lewat aplikasi pesan instan dan berbagai platform komunikasi lainnya,” kata Kris.

Ia menjelaskan salah satu fitur yang digunakan adalah isolasi ancaman melalui ruang virtual terpisah agar file mencurigakan tidak langsung memengaruhi sistem utama perangkat.

Dalam sesi diskusi, Presiden Direktur PT FPT Metrodata Indonesia, Edwin Putraoetama Octosa, mengatakan penggunaan AI dalam sistem keamanan saat ini masih difokuskan untuk membantu proses analisis dan deteksi awal.

“AI membantu tim keamanan dalam membaca pola ancaman dan mempercepat proses analisis insiden,” ujarnya.

Ia juga menyebut platform tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem keamanan lain yang telah digunakan perusahaan. (Dina)