Daerah  

SLB Samudra Lavender Rumah Harapan Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus

FAKTA – Pagi yang segar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Samudra Lavender, embun pagi yang belum sepenuhnya menguap dari dedaunan di halaman sekolah. Sinar matahari mulai menyinari halaman sekolah dengan hangatnya, serta angin berhembus lembut menambah kesegaran udara pagi di Sekolah Luar Biasa Samudra Lavender. Sekolah ini berlokasi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan.

SLB Samudra Lavender merupakan tempat belajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang dikelola oleh Yayasan Samudra Lavender. Suasana pagi di sekolah begitu memikat, diwarnai oleh semangat tinggi dari para murid dan orang tua mereka. Guru-guru dengan penuh kasih sayang menyambut kedatangan murid. Keberagaman, harapan, dan cinta terasa di udara, memberikan atmosfir positif yang menyemarakkan setiap sudut sekolah.

Gedung sekolah terlihat sederhana dengan sebagian dinding yang belum permanen dan tanpa tembok. Luas area sekolah sekira sebanding dengan lapangan futsal. Halaman di SLB Samudra Lavender terasa lapang, memberikan ruang yang cukup untuk kegiatan belajar di luar ruangan dan juga sebagai tempat parkir kendaraan motor. Beberapa kendaraan terparkir rapi di sudut halaman.

Sekitar pukul 08.00 WIB, pada Rabu, (17 Juli 2024), pagi itu para guru tampak sibuk menyiapkan puluhan murid untuk jam belajar. Meskipun harus belajar lesehan di lantai, para murid terlihat menikmati proses belajar yang dinamis dan interaktif.

Para murid mengenakan seragam atasan motif batik biru yang dipadukan dengan bawahan hitam, menambahkan kesan segar dan semangat dalam suasana pagi itu. Mereka nampak semangat dan siap memulai hari belajar mereka.

Suasana hari yang cerah dan segar di Sekolah Samudra Lavender menciptakan aura kebersamaan dan kegembiraan di antara murid, guru, dan orang tua. Keberagaman dan semangat belajar kekeluargaan kental terasa menjadi bagian integral dari setiap langkah yang dijalani di sekolah tersebut.

Di sela kesibukan aktivitas pagi itu, Ketua Pelaksana Tugas (Plt) Fatimah bersedia untuk diwawancara seputar kegiatan ajar-mengajar yang berlangsung di SLB Samudra Lavender.

Fatimah, tersenyum hangat, menyambut kedatangan jurnalis majalah FAKTA dengan penuh keramahan di kantornya yang sederhana namun nyaman. Di sekeliling ruangan tergantung foto-foto kebersamaan siswa dan guru, mencerminkan atmosfer kekeluargaan yang terasa kuat di sekolah ini.

Ketua Plt menceritakan mengajar di sekolah khusus bagi anak berkebutuhan khusus, berbeda daripada mengajar di sekolah umum. Mengajar di SLB memerlukan keterampilan khusus dan kesiapan mental. Kata Fatimah, pelayanan dan penanganan terhadap murid berkebutuhan khusus ini berbeda daripada pendekatan cara mengajar pada murid di sekolah umumnya.

Apalagi terhadap murid baru. Hal ini, tutur Fatimah menjadi tantangan bagi guru-guru dalam upayanya membuat anak merasa nyaman terhadap lingkungan baru, dan patuh selama menjalani proses belajar.

Salah satu usaha yang ditempuh pihaknya adalah dengan melaksanakan pertemuan rutin dengan para wali murid, bertujuan untuk menyamakan pandangan. Kata Fatimah, hal ini menjadi salah satu kiat keberhasilan dalam mendukung perkembangan setiap anak berkebutuhan khusus.

“Jalinan keakraban ini bertujuan menyamakan persepsi antara wali muird dan guru-guru. Karena kebutuhan itu sehingga pihak sekolah rutin mengadakan pertemuan,” kata wanita yang mulai mengabdikan diri di SLB Samudra Lavender ini sejak 2023 lalu.

Fatimah juga menyampaikan pentingnya pendekatan individual dan emosional dalam proses belajar-mengajar di SLB Samudra Lavender. Karena murid yang bergabung belajar di lembaga ini memiliki kekurangan fisik dengan karakter kondisi keterbatasan yang berbeda.”Ilmu yang disampaikan bukan sekedar mengajarkan tapi juga perlu tahu menyiasati dengan pendekatan sesuai kebutuhan siswa masing-masing, salah satunya menjalin keakraban dengan wali muridnya,” ujarnya.

Plt Fatimah menerangkan, guna mengetahui perkembangan kemajuan belajar murid, lembaganya melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan anak didik. Penilian ini dilaksanakan setiap 3 atau 6 bulan.

Fatimah juga menyoroti peranan guru-guru yang penuh dedikasi dan kesabaran dalam membimbing para siswa. Mereka tidak hanya sebagai pengajar, namun juga sebagai teman dan teladan yang mendukung perkembangan potensi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Tuturan Fatimah, hampir seluruhhnya guru-guru yang mengajar di SLB ini berangkat dari panggilan hatinya. Kata dia, jika dikerjakan bukan karena alasan itu tak akan betah menjalankan tugas mengajar di SLB. Karena mengajar di sekolah luar biasa tidak sama daripada sekolah umum. Di Samudra Lavender yang dihadapi adalah anak berkebutuhan khusus.

Setelah wawancara berlangsung, Fatimah mengajak jurnalis untuk melihat langsung kegiatan belajar di kelas. Tampak para murid dengan antusias mengikuti pelajaran, berinteraksi satu sama lain, dan merasakan dukungan penuh dari guru mereka.

Fatimah mengenalkan beberapa murid berprestasi. Salah satunya bernama Wahyu Afriadi, jurusan CIII, tuna grahita dan Q (autis). Ia pernah mewakili Kabupaten Bangkalan dalam ajang FLS2M dalam lomba pantomin tingkat provinsi Jawa Timur. Pada perhelatan lomba tersebut Wahyu berhasil meraih juara satu.

Di saat yang sama, suasana kehangatan dan kebersamaan tetap terasa di antara semua individu di SLB Samudra Lavender, menciptakan lingkungan belajar yang positif dan membangun. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa setiap anak berkebutuhan khusus memiliki potensi untuk berkembang dengan dukungan yang tepat dan lingkungan yang mendukung.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan FAKTA. Ketua Plt Samudra Lavender menyampaikan harapannya. Ia mengatakan, murid-muridnya dapat tumbuh secara mandiri, bisa menerima keadaan dirinya di tengah masyrakat dan masyrakat bersedia memberi kesempatan kepada mereka, baik sektor pendidikan maupun lapangan pekerjaan tanpa tindakan diskriminatif dan perundungan.

Pada tahun 2024 ini, sebanyak seratusan lebih jumlah murid yang namanya terdaftar sebagai siswa-siswi di SLB Samudra Lavender. SLB ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di Bangkalan. (Ria M)