Tegal, majalahfakta.id – Ditengah gempuran isu miring tentang seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal, sosok Ahmad Ropi’i, M.Pd justru tampil kalem. Kepala SMP Negeri 1 Talang ini memilih menjawab dengan karya, bukan dengan klarifikasi.
Saat MajalahFakta.id menemui langsung pria yang sudah 23 tahun mengabdi sebagai ASN sejak 2003 ini di ruang kerjanya yang tertata rapi, penuh dengan piala dan majalah karya siswa.
Sejak kehadiran Ahmad Ropi’i sebagai Kepala Sekolah sejak Desember 2022 sampai sekarang, wajah sekolah mengalami transformasi yang luar biasa. Bukan hanya perubahan fisik, namun perubahan budaya kerja, budaya literasi, dan budaya prestasi yang kini dirasakan oleh guru, siswa, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat meningkat tajam. PPDB tahun ini membludak. Itu adalah barometer paling jujur,” ujar Ropi’i membuka wawancara.
Jawaban Ropi’i saat ditanya Apa gebrakan pertama yang Bapak lakukan di SMPN 1 Talang? Ropi’i dengan nada santai menerangkan, semua dilakukan mulai dari hal paling dasar. Dari Sentralisasi ke Pemerataan Tupoksi. Jika dulu banyak kegiatan terpusat pada satu orang, kini diterapkan prinsip pemerataan tugas sesuai Tupoksi.
“Semua guru dan tenaga kependidikan diberdayakan sesuai kompetensinya. Hasilnya, kinerja lebih efektif, transparan, dan rasa memiliki terhadap sekolah meningkat. Semua orang bergerak,” urai orang nomor satu di Sekolah tersebut.
Lanjutnya, masalah ekstrakurikuler tidak lagi sekadar pengisi waktu, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter. Pembinaan yang intensif membuahkan hasil dengan menjadi Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Tingkat Kabupaten Bidang Seni Budaya, Juara 1 Lomba Menulis Dongeng Tingkat Kabupaten, dan puluhan prestasi lainnya di bidang akademik dan non-akademik seperti olahraga, e-sport, dan pramuka.
Yang menarik dari sisi kepemimpinan, saat ditanya apa kuncinya menjadi pemimpin yang baik. Ujarnya, kepemimpinan yang Menjadi Suri Tauladan. Sebagai pemimpin tidak hanya memerintah, tetapi memberi contoh. Datang paling awal, pulang paling akhir, menegur dengan santun, dan selalu mengapresiasi kerja bawahannya. Keteladanan adalah cara terbaik dalam pembentukan dan penguatan karakter siswa. “Prinsip saya seorang pemimpin dilevel manapun paling tidak harus memiliki Integritas (jujur, disiplin, tanggungjawab, berakhlak), Intelektualitas (ilmu, keterampilan dan pengalaman) dan cita-cita luhur. Jika tidak bisa semuanya, setidaknya harus memiliki cita-cita luhur, yaitu hasrat memberikan layanan terbaik,” kata Ropi’i.
Ada sisi lain yang menjadi catatan prestasi Ropi’i di dunia pendidikan, yaitu dirinya mendapatkan penghargaan dari Provinsi Jawa Tengah program literasi. Menurut Kepala Sekolah yang ikut mendaftarkan diri di jabatan Tinggi Pratama, Ini program yang paling revolusioner. Literasi Sebagai Nafas Sekolah.
“Kami tata perpustakaan menjadi lebih nyaman, modern, dan ramah anak. Terbentuknya Tim Jurnalistik yang secara rutin setiap semester menerbitkan Majalah Sekolah Gemilang. Dibentuknya Tim Literasi, Duta Perpustakaan, dan Pojok Baca di setiap kelas,” jelasnya.
Diteruskannya, ada yang unik, setiap gazebo sekolah juga dilengkapi pojok baca. Adanya Gerakan Sedekah Buku (GASIBU/GASEBU) yang melibatkan siswa, guru, dan wali murid. Kami juga terbitkan kompilasi karya siswa, dan adakan kompetisi dan festival Literasi Sekolah
“Alhamdulillah Saya dianugerahi Penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Tingkat Jawa Tengah tahun 2024, atau Anugerah Literasi Provinsi Jawa Tengah. Kecintaan saya pada dunia literasi memang sudah lama. Karya opini dan artikel saya sering menghiasi halaman opini rubrik di koran harian terbitan Tegal hingga saat ini,” ucap Ropi’i sambil bersyukur.
Dan prestasi literasi kami terbaru menjadi Juara 1 Lomba Penelitian Karya Ilmiah Cagar Budaya Kabupaten Tegal 2025 dan Juara Lomba Karya Jurnalistik Siswa / Majalah Sekolah 2024, tuturnya.
Hal lain dalam program sekolah sehat, atas komitmen terhadap lingkungan bersih dan sehat mengantarkan sekolah meraih predikat Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Tegal. Bahkan menjadi Rujukan Sekolah Sehat bagi sekolah-sekolah lain. Program pendukungnya sangat nyata:
– Gerakan Tanpa Plastik (Getasik): Setiap siswa wajib membawa Tumbler dan tempat bekal dari rumah, penjual dilarang menggunakan wadah plastik, ini untuk mengurangi sampah plastik secara drastis.
– Taman Tertata Rapi: Taman sekolah ditata indah, menjadi laboratorium hidup dan tempat belajar yang menyenangkan.
– Sarana Prasarana Meningkat: Tata lingkungan sekolah menjadi lebih baik dengan banyak ruang bermain siswa, ruang baca terbuka, ruang terbuka hijau, lapangan volley, basket, tenis. Lapangan multiguna dibangun lebih baik, representatif untuk kegiatan olahraga dan upacara.
Di SMP Negeri 1 Talang juga punya kegiatan rutin, yaitu Jumat Sehat, Jumat Bersih, Jumat Beriman dan Jumat Literasi yang dilaksanakan bergilir setiap hari Jumat.
Kemajuan pendidikan pihak luar sekolah juga jadi faktor pendukung. Ditegaskan Ropi’i, kunci keberhasilan lainnya adalah komunikasi yang sangat baik dengan Komite Sekolah, sehingga setiap program mendapat dukungan penuh dari orang tua. Selain itu, pembinaan karakter siswa diperkuat dengan menggandeng instansi terkait. Antara lain, Puskesmas untuk kesehatan, serta Kapolsek, Danramil, dan Camat untuk pembinaan disiplin dan wawasan kebangsaan.
“Pembinaan nasionalisme dan kebangsaan kami laksanakan dengan bekerjasama dengan Koramil Talang. Pembinaan pencegahan tindak kekerasan, anti bullying, pencegahan penyalahgunaan narkoba, tertib lalulintas dan berkendara bekerjasama dengan Polsek Talang,” kata Ropi’i.
SMP Negeri 1 Talang juga punya program unggulan lain: “Study Carier Siswa kelas 9” mengenalkan siswa pada sekolah-sekolah SMA/SMK terbaik di Kabupaten Tegal. Ada juga hunting kepada UMKM dan industri rumah tangga baik kuliner, batik, kerajinan logam di sekitar kecamatan Talang. Praktik membuat batik ciprat, ecoprint, kompos pernah menjadi unggulan pada penerapan kurikulum merdeka. “Dan pada 2025 kami mewakili stan/pameran Dinas Dikbud Kabupaten Tegal pada HUT Kabupaten Tegal dengan menggelar dan mengusung tema Produk Unggulan Karya Siswa,” kata Ropi’i.
Perjalanan Karir Ropi’i
Jadi CPNS Tahun 2003 di SMP Negeri 1 Bumijawa sampai dengan 2012. Di sini mulai berkarir sebagai guru pendidikan Fisika/IPA dan aktivitas lain pembimbing OSN Fisika banyak prestasi yang diraih, puncaknya di Tahun 2006 siswa didiknya berhasil mencapai prestasi salah satu kontingen Jawa Tengah di kegiatan Olimpiade Sains Nasional / OSN Fisika tingkat Nasional.
Tahun 2012 s.d. 2022 sebagai guru di SMPN 1 Balapulang dengan bidang tugas mengajar mapel IPA, pembina Jurnalistik, pembina penelitian Ilmiah Cagar Budaya, dan OSN. Dibawah asuhan saya banyak prestasi sekolah diraihnya, tahun 2018 dan tahun 2019 menjadi juara OSN IPA tingkat Kabupaten Tegal. Tahun 2016, 2017, 2018, 2019 berturut-turut menjadi Juara lomba karya Jurnalistik siswa dan membidani lahirnya majalah Pelajar KamuS SMPN 1 Balapulang yang hingga saat ini masih terbit. Pernah menjadi guru berprestasi dan olimpiade Guru Nasional Kab. Tegal tahun 2017 meski hanya sebagai juara harapan 1.
Sekarang amanah sebagai Kepala SMP Negeri 1 Talang sejak Desember tahun 2022, dan juga sebagai Pengurus MKKS SMP Kabupaten Tegal Bidang Humas, Kerjasama dan Kemitraan tahun 2023 sampai sekarang.
Dibawah kepemimpinan transformatif yang ia jalankan, SMPN 1 Talang mengalami perubahan yang cukup pesat baik pada bidang akademik maupun non akademik. Sekolah Literasi, Sekolah Sehat dan Penguatan karakter peserta didik menjadi konsen perhatian utama saat ini tentu dengan tidak meninggalkan prestasi-prestasi lain. Perhatian secara umum adalah pada peningkatan ekosistem belajar yang kondusif, budaya kerja yang baik, manajemen lingkungan yang mendukung sekolah aman, nyaman, berkebinekaan.
Transformasi ini membuktikan bahwa kepala sekolah bukan hanya manajer, tetapi pemimpin, inspirator, dan penggerak. Di tangan Bapak Ahmad Ropii, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi rumah prestasi, rumah literasi, dan rumah karakter.
“Sekolah yang hebat adalah sekolah yang membuat siswanya betah belajar, gurunya betah mengajar, dan masyarakatnya percaya menitipkan anaknya,” ujar Bapak Ahmad Ropi’i menutup wawancara. (sus)






