FAKTA – Dinamika politik di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat memasuki fase baru. Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dikabarkan akan melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumbar periode 2024–2029 di Kota Padang, Minggu (14/6), menyusul pengunduran diri Arisal Aziz dari kursi ketua wilayah.
Pelantikan tersebut menjadi sorotan karena berlangsung di tengah mencuatnya kabar mundurnya Arisal Aziz, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumbar II, yang sebelumnya ditetapkan memimpin DPW PAN Sumbar periode 2024–2029.
Informasi yang diperoleh dari sumber internal PAN menyebutkan, Zulkifli Hasan atau Zulhas dijadwalkan tiba di Padang pada sore hari sebelum memimpin langsung prosesi pelantikan pengurus DPW PAN Sumbar dan pengurus DPD PAN kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
“Hari ini, Ketum PAN akan melakukan pelantikan DPW, juga akan melantik pengurus DPD PAN se-Sumbar,” ujar sumber tersebut.
Pelantikan disebut akan digelar di salah satu hotel di Kota Padang. Nama yang santer disebut mengisi posisi Ketua DPW PAN Sumbar adalah Indra Dt Rajo Lelo, sedangkan posisi sekretaris dipercayakan kepada Muhayatul.
Keduanya bukan figur baru dalam struktur PAN Sumbar. Pada periode 2020–2025, Indra Dt Rajo Lelo menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sumbar, sementara Muhayatul mengemban tugas sebagai sekretaris. Saat ini, keduanya juga tercatat sebagai anggota DPRD Sumatera Barat.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum terdapat pengumuman resmi maupun surat keputusan dari DPP PAN yang memuat susunan lengkap kepengurusan baru DPW PAN Sumbar.
Pengunduran Diri Arisal Aziz
Kabar pelantikan pengurus baru menguat setelah Arisal Aziz mengonfirmasi pengunduran dirinya dari jabatan Ketua DPW PAN Sumbar.
Arisal mengakui telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Surat tersebut tertanggal 9 Juni 2026 dan telah beredar luas di kalangan jurnalis serta kader PAN di Sumatera Barat.
“Iya benar, tentang kemunduran saya dari Ketua DPW PAN Sumbar,” kata Arisal.
Dalam suratnya, Arisal menyebut keputusan tersebut diambil demi menjaga keutuhan dan stabilitas partai.
Ia mengaku tidak dapat mewujudkan upayanya membangun soliditas PAN di Sumbar karena usulan terkait pembentukan kepengurusan daerah tidak mendapat persetujuan dari DPP.
“Saya mundur karena tidak bisa mendapatkan keinginan membantu PAN solid lagi. Karena tidak diberikan keinginan membangun jajaran DPD PAN lebih kompak,” ujarnya kepada wartawan.
Arisal juga menuliskan bahwa sebanyak 19 usulan calon Ketua dan Sekretaris DPD PAN kabupaten/kota yang diajukan tidak diakomodasi oleh DPP PAN.
Meski memilih meninggalkan jabatan struktural di tingkat provinsi, Arisal menegaskan loyalitasnya kepada PAN tidak berubah.
“Hanya mundur di pengurus PAN Sumbar. Untuk anggota DPR RI saya tetap komit dengan PAN,” tegasnya.
Ujian Konsolidasi PAN di Sumbar
Pergantian kepemimpinan di DPW PAN Sumbar dinilai menjadi ujian penting bagi partai berlambang matahari tersebut. Sumatera Barat selama ini dikenal sebagai salah satu basis suara tradisional PAN yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perolehan kursi legislatif partai.
Kehadiran langsung Zulkifli Hasan dalam pelantikan dipandang sebagai langkah strategis DPP untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan mulus sekaligus menjaga soliditas kader di daerah.
Dengan dilantiknya pengurus ini, kepengurusan baru PAN Sumbar akan menghadapi tugas besar merajut kembali konsolidasi internal, memperkuat struktur hingga tingkat kabupaten dan kota, serta menjaga kekuatan politik partai menjelang berbagai agenda politik nasional dan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Pelantikan di Padang bukan hanya menandai pergantian pengurus, melainkan juga menjadi penentu arah baru PAN Sumatera Barat setelah dinamika internal yang mengemuka dalam beberapa pekan terakhir. Dengan turunnya langsung Ketua Umum PAN, publik kini menanti apakah langkah tersebut mampu mengakhiri polemik dan mengembalikan fokus partai pada agenda penguatan organisasi di Ranah Minang. (SS)






