Daerah  

Satpol PP Kota Tegal Rutin Lakukan Patroli, Antisipasi Pelajar Bolos dan Kenakalan Remaja

Petugas Satpol PP Kota Tegal sedang melakukan gelar pasukan saat akan melakukan giat patroli.

FAKTA –  Sebagai langkah antisipasi sejumlah pelajar mbolos sekolah dan terlibat pergaulan yang mengarah pada kenakalan remaja, Pemerintah Kota Tegal melalui Satuan Polisi Pamong Praja terus melakukan giat patroli. Demikian disampaikan oleh Hartoto selalu Kasat Kepala Satuan PP saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat,18 Juli 2025.

Giat patroli Satpol PP memang kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Patroli selalu diintensifkan ke lokasi – lokasi yang dianggap rawan sebagai tempat nongkrong anak-anak sekolah dan para remaja dalam jam aktif belajar, tuturnya.

Tambah Hartoto, di Kota Tegal ada beberapa tempat yang sering dilakukan patroli yaitu di sekitar GOR (Gedung Olah Raga) Wisanggeni, di Wisata Pantai Alam Indah, Pantai Pulo Kodok, pantai Muarareja dan Pantai Batam Sari.

“Kami berusaha melakukan langkah giat patroli ini untuk menjaga keamanan lingkungan agar tidak ada kejadian yang tak diinginkan. Dan memastikan tempat – tempat yang menjadi titik kumpul pelajar dan para remaja tidak ada terjadi keributan,” jelasnya lagi.

Patroli ini bukan sekedar menjalankan aturan dan tugas, namun memastikan para pelajar tetap hadir di tengah-tengah jam pembelajaran dan kumpulan anak remaja. Selain itu, dengan giat yang digelar dapat membuat orang tua memiliki kepastian dan tanpa kekhawatiran tentang sikap tidak kejujuran anak.

Pihak Satpol PP Kota Tegal saat patroli menjumpai kumpulan pelajar dan remaja selalu memberi arahan, pelatihan. Selanjutnya akan memberi sanksi ringan kepada para pelajar bila ketahuan melakukan tindakan pelanggaran ketertiban umum.

Adanya sanksi tersebut diharapkan akan berdampak baik di masa depan. Sehingga tumbuh rasa jujur, disiplin dan serius dalam mengikuti proses belajar yang berlangsung,” ujarnya.

Selain itu hal yang tak kalah penting adalah sinergitas dan kolaborasi yang baik dalam membangun kerja sama antara guru, wali murid, masyarakat serta orang tua sebagai pemantik kesadaran para siswa, sambung Hartoto.

“Razia pelajar yang terus dilakukan oleh Satpol PP ini diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran bagi pelajar dan orang tua, akan pentingnya pendidikan serta kedisiplinan dalam menempuh proses belajar mengajar. Juga pada para remaja bisa melakukan kreatifitas positif untuk bekal masa depan,” ujarnya. (sus)