Purbaya dalam Melody….!!!

Subakti A Sidik. (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh Subakti A Sidik
Wartawan Senior

Mantan pejabat ini tak pernah sepi dari perbincangan ramai. Biasanya, kalo sudah mantan, khalayak abai. Tapi figur yang satu ini beda.

Di warung – warung kopi klas rakyat bawah. Di kafe. Di restoran kecil sampai hotel bintang lima. Juga televisi.Topik pembicaraan, selalu tentang Purbaya Yudi Sadewa (PYS).

Ya, mantan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih ini memang selalu menjadi perhatian publik. Apapun yang dilakukan PYS selalu menarik jadi berita.

Lalu mengapa Menkeu populer seperti itu tiba- tiba dicopot ? Jangan kemana – mana. Simaklah ini :

“Purbaya. Kau dianggap berbahaya. Kerjamu mengusik singgasana. Bos mafia tak suka cara kerjamu. Terlalu jujur, sangat terbuka”.

Begitu jawaban Lams Amiko, yang dilantunkan dalam lagunya berjudul “Purbaya”. Eiiit……!!!. Mengena sekali lagu yang dalam sekejap dinikmati jutaan manusia ini. Lagu itu tersebar luas melalui Whats Up.

Siapa sih Lams Amiko? Aku tak tahu. Dalam video hanya tertulis: “Created by Lams Amiko”. Nama orang atau sebuah Akun, tak tahu.

Atau aku yang ketinggalan info? Maaf, aku suka mendengarkan lagu-lagu sentimentil. Tapi tak hafal nama banyak penyanyi. Kecuali yang sudah ngetop.

Pria yang menyanyikan lagu itu. Paruh baya. Maaf sepertinya orang desa. Tapi suaranya aku suka. Mirip-mirip Iwan Fals.

Lams menunjukkan simpati dan empatinya pada PYS. “Sang Bos membungkammu. Kami rakyat bersamamu. Bicaralah. Jangan kau ragu. Kami slalu mendukungmu. Demi negeri ini maju.”

Mantab kan liriknya?

Lams pun berusaha membesarkan hati PYS. “Pergilah dengan gagah. Tinggalkan tempat mafia bersarang. Engkau bukanlah pecundang. Di hati rakyat, kau adalah pemenang”.

Berdiri dalam Kejujuran

Banyak yang menilai. PYS terlalu jujur. Barangkali memang begitu watak Sang Koboi nyentrik. Jika faktanya memang A. Dia tak akan bilang B.

Dia memang bukan politisi Bro. Bukan model “esuk tempe, sore kedele” . Dia tak mau mengikuti bertiupnya arah angin. Seringkali malah melawan arah angin. Meskipun akhirnya terpental juga.

Tentang kejujuran ini. Diulas oleh Ariel dari Noah – atau orang lain yang menempelkan video Ariel dengan rekayasa?

Mengganti lirik- liriknya? Suaranyapun persis lelaki yang pernah dekat dengan Luna Maya itu. Apa sih yang tak bisa direkayasa?

Lihatlatlah liriknya: “Kursi itu kembali sunyi. Langkahmu pergi. Tapi tinggal di hati. Bukan jabatan yang kami tangisi. Namun keteguhan yang sulit terganti. Kau berdiri di jalan kejujuran. Meski tak selalu disambut tepuk tangan”. Asssoiii Bro…..!!!

Ia pun berpesan: “Pak Purbaya… teruslah melangkah. Dengan kepala tegak, tanpa rasa resah. Meski tanda jasa telah lepas dari pundakmu. Jejak bakti takkan lepas dari kalbu”. Amboi….puitis, indah, menyentuh sekali kalimatnya. Terasa merasuk dalam relung hati yang terdalam. Enak di dengannya.

Lagu ini ditutup dengan lirik yang menyentuh : “Bukan jabatan yang membuatmu berarti. Tapi integritas yang tinggal di hati. Pak Purbaya, kau selalu dalam hati kami. Rakyat Indonesia akan selalu bersamamu”.

Dan ratusan lembar tisu putih pun mengusap air mata pria – wanita yang mengiring kepergian Purbaya.

Ya, di video itu (bawahan yang simpati Purbaya ?) tak mampu menahan tumpahnya air mata.

Bro, biasanya, jika Ariel menciptakan dan menyanyikan lagu barunya. Pasti peluncurannya secara resmi. Ini tak ada rilis resmi Tak ada pula di akun Tiktok dan Youtubenya.

Bisa jadi, itu lagu Ariel – Noah lama yang diubah/diparodi lirik- liriknya. Dijadikan sindiran dalam kasus Purbaya.

Yaaaa…..sudahlah. Apakah itu hasil karya warga netizen dengan bantuan AI (Artficial Intelegence)? Ataukah benar – benar asli?

Terserahlah…..!!!. Agaknya orang tak peduli. Kenyataan, lagu itu banyak menangguk simpati. Terbukti share video tiada henti. (***)