Bumerang Purbaya

Subakti Sidik. (Foto : Dokumen Pribadi)

Oleh : Subakti A Sidik
Wartawan Senior

Wajah – wajah ceria tepuk tangan ratusan manusia. Mereka bersorak gembira bersama. Terdengar teriakan : “solid….solid…solid”. Sambil melambai-lambaikan tangan.

Apakah itu momen ketika penyanyi ndangdut pujaan, naik ke atas panggung ?. Ataukah sambutan pada tokoh politik yang mau kampanye ?

Bukan….bukan Bro. Kejadian itu di selasar dan tangga gedung Kemenkeu Jakarta. Ini adalah momen ketika Menkeu yang baru Suahasil Nazara menginjakkan kaki di gedung Kantor Menkeu usai dilantik Prabowo.
Luar biasa. Ya terlihat sangat luar biasa meriahnya. Yang berbaris di depan adalah para pejabat tinggi Kemenkeu. Mereka adalah pejabat eselon satu : Dirjen Pajak, Dirjen Bea Cukai dan Sekjen.

Barisan belakangnya: pejabat eselon dua sampai empat. Belakangnya lagi para ASN biasa di kantor itu.

Kejadiannya, Senin 14 September 2026. Beberapa menit kemudian videonya beredar luas di medsos . Busyet cepat sekali. Maklum aja Era Digital. Bisa jadi yang memviralkan orang Kemenkeu sendiri.

Ini memang Era Medsos Bro. Siapa saja bebas ambil video dan menyebarkannya.
Kok ada teriakan : “solid….solid…solid”. Apa maksudnya ?Sepertinya mereka ingin memastikan, bahwa Kemenkeu solid. Meskipun telah terjadi prahara ? Setelah terjadi “geger genjik”.

Seperti diketahui, pada April 2026 lalu Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa telah mencopot dua dirjen. Yakni : Dirjen Strategi & Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu dan Dirjen Anggaran Luky Alfirman.

Beberapa minggu kemudian dua pejabat di Ditjen Pajak juga dicopot, diduga tersangkut masalah restitusi Pajak senilai Rp 25 triliun.
Bajinguk…….!!!. Ini pisuannya Cah Semarang.

Nilep gak tanggung-tanggung. Angka Rp 25 T, bagi pejabat Ditjen Pajak sepertinya sama dengan Rp 25 juta saja.

Pencopotan dua pejabat yang tak disebut namanya ini merambat pada dimutasikannya sejumlah pejabat dan ratusan ASN lain di Ditjen Pajak dan Ditjen Beacukai.

Mutasi itu agaknya tak disetujui Dirjen Pajak Bimo Wiayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama. Bisa jadi sejumlah pejabat bawahan yang akan digeser adalah tenaga – tenaga andalan.

Penjahat Kelas Paus

Dirjen pasti punya jago – jago kelas pendekar yang lihai di lapangan. Mereka ini pasti punya banyak jurus menghadapi penjahat kelas paus. Mereka adalah orang – orang terpilih. Figur – figur sortiran.

Yang dihadapi para pendekar ini bukan penjahat kaleng – kaleng. Pasti, kelasnya kalo tidak miliar ya triliun. Tak mudah mencari orang – orang seperti ini.

Umumnya manusia. Kadang kelihatan jujur, alim. Tapi begitu melihat tumpukan uang. Matanya langsung ijo. Iman pun rontok. Akibat apa yang akan terjadi, urusan belakang. Begitu “rezeki” di depan mata, sikat habis.

Namun Purbaya cuek. Mutasi tetap jalan terus. Rawe- rawe rantas malang-malang putung. Empat hari sebelum dilantik. Tepatnya 10 September 2026.

Purbaya melantik 50 pejabat eselon dua dan 350 pejabat eselon tiga. Ditambah lagi sejumlah pejabat eselon empat dan tenaga fungsional. Busyet….pelantikan massal.

Pergantian mendadak dalam jumlah besar ini luar biasa. Tak pernah terjadi sebelumnya. Yang sering kita dengar selama ini bukan pelantikan massal. Tapi khitanan massal anak-anak keluarga miskin.

Maka, puluhan jago, pendekar – pendekar yang teruji puluhan tahun, terkena sasaran. Lemas seketika.Mereka kehilangan gairah kerja. Demikian pula ratusan ASN pegawai biasa, yang dinonjobkan. Kacaulah Kemenkeu.

Belakangan Purbaya mengakui. Pencopotan dan pemutasian yang radikal itu bisa jadi yang menjadi pemicu dilengserkannya dia dari singgasana Kemenkeu.

Ini namanya Bumerang Bro. Senjata makan tuan. Hati – hati melempar bumerang. Maksud menyasar orang lain. Tapi balik mengenai diri sendiri.

Setelah nakoda Kemenkeu dipegang Suahasil Nazara. Apa yang akan terjadi?

Dia menyatakan, belum membatalkan pencopotan dan pemutasian. Belum pula mengembalikan posisi semula. “Ditinjau dulu. Dilihat kasus per kasus”. (*)