Plt. Wali Kota Batu Tekankan Urgensi Pelestarian Sumber Air di Rembug Ekologi Festival Mata Air Desa Bulukerto

Jaga air = Jaga hidup. Pesan keren dari Bapak Plt. Wali Kota Batu H. Heli Suyanto di Festival Mata Air Bulukerto, 24 April 2026 (foto: ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Plt. Wali Kota Batu H. Heli Suyanto menegaskan pentingnya pelestarian sumber air saat menghadiri Rembug Ekologi rangkaian Festival Mata Air ke-3 di Balai Dusun Cangar, Desa Bulukerto, Bumiaji, Kamis (23/4/2026).

Mengusung filosofi “Setiap tetes adalah pertaruhan antara hidup dan kehidupan”, Heli menekankan bahwa masalah air adalah masalah masa depan kehidupan yang butuh aksi nyata terintegrasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Ia menyebut Desa Bulukerto sebagai benteng alam penyangga ketersediaan air Kota Batu, sehingga pengelolaan air harus memadukan kebijakan dengan kearifan lokal.

Plt. Wali Kota juga mendorong digitalisasi literasi ekologi dengan mengajak para pakar dari UMM dan Unisma mentransformasikan karya ilmiah ke Perpustakaan Kota Batu agar mudah diakses generasi muda.

Kepala Desa Bulukerto Suhermawan menyampaikan, Festival Mata Air yang memasuki tahun ketiga ini menjadi ruang diskusi Hippam dan masyarakat adat untuk memastikan kebijakan berpihak pada kelestarian mata air.

Rembug Ekologi menghadirkan narasumber Prof. Rachmad Kristiono Dwi Susilo dari UMM, M. Fahrudin Andriansyah dari Unisma, serta Kadis LH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan. Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dari Perhutani hingga pengelola Hippam se-Kecamatan Bumiaji.

Hasil diskusi diharapkan melahirkan rekomendasi strategis perlindungan sumber mata air demi keberlangsungan hidup masyarakat Kota Batu. (F. 1015)