FAKTA – Pelepasan siswa kelas VI SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang Tahun Ajaran 2025-2026 tidak sekadar menjadi seremoni perpisahan biasa. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya instan yang kian menggerus identitas generasi muda, sekolah ini justru tampil berbeda dengan mengusung tema “Memaksimalkan Budaya dengan Kreativitas Siswa”.
Sabtu (30/5/2026) kemarin, Aula SMK Muhammadiyah Lumajang dipenuhi suasana semarak sekaligus haru. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan siswa sebagai bukti bahwa pendidikan dasar tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Penampilan demi penampilan sukses memikat perhatian para wali murid, guru, komite sekolah, pengawas pendidikan, serta tamu undangan yang hadir.
Pada bidang seni suara, penampilan memukau ditunjukkan oleh Ananda Yumna Alika Putri dan Aisyah Rahma Nurfalah yang membawakan lagu dengan penuh percaya diri.
Sementara itu, tari tunggal dibawakan oleh Musdalifah Nur Wardhana yang tampil anggun dan mempesona. Penampilan tari FLS3N yang dibawakan Anindya Fauziah Ramadhani, Shilin Azila Susanto, dan Azmi Dwi Tsabitah mendapat sambutan meriah dari para hadirin.
Tidak hanya itu, kemampuan seni bela diri juga ditampilkan oleh Shilin Azila Susanto melalui atraksi pencak silat yang mengundang decak kagum penonton.
Sedangkan penampilan pantomim yang dibawakan Achmad Alvin Febrian dan Zun’an Lababus Salathin berhasil mengundang tawa sekaligus apresiasi dari para tamu karena kreativitas dan penghayatan yang mereka tampilkan.
Sekolah Beri Penghargaan untuk Para Juara. Momentum pelepasan siswa juga menjadi ajang penghormatan terhadap para pelajar yang berhasil mengharumkan nama sekolah baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Sejumlah penghargaan diberikan kepada siswa berprestasi, mulai dari penghargaan TKA Terbaik, penghargaan Prestasi Non Akademik, penghargaan GSM, penghargaan Nilai Rata-rata Kelulusan Terbaik, hingga penghargaan khusus bagi siswa yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
Tercatat sebanyak dua siswa menerima penghargaan TKA terbaik, sepuluh siswa berprestasi non-akademik, lima siswa penerima penghargaan GSM, sepuluh siswa dengan nilai rata-rata kelulusan terbaik, serta penghargaan bagi siswa yang berhasil mengukir prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekolah atas kerja keras, disiplin, dan semangat belajar para siswa selama menempuh pendidikan di SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang.
Kepala Sekolah: Bukti Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Membentuk Karakter. Kepala SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Rara Widuri, mengatakan bahwa kegiatan pelepasan siswa tahun ini sengaja dikemas berbeda untuk menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak memiliki banyak talenta yang perlu diapresiasi. Pendidikan tidak hanya berbicara soal nilai akademik, tetapi juga tentang bagaimana sekolah mampu membentuk karakter, kreativitas, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap budaya,” ujar Rara kepada wartawan waktu itu.
Menurutnya, tema yang diangkat merupakan refleksi dari tantangan dunia pendidikan saat ini yang harus mampu menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.
“Budaya harus tetap hidup di tengah modernisasi. Melalui kreativitas siswa, kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda tetap bisa maju tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya,” tegasnya.
Rara berharap kegiatan tersebut mampu menjadi cerminan kualitas pendidikan yang diberikan SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang. Semoga menjadi nilai tambah bagi lembaga kami menjelang penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2026-2027,” katanya.
Pendidikan Harus Mencetak Generasi Berkarakter. Tema “Memaksimalkan Budaya dengan Kreativitas Siswa” menjadi pesan kuat bahwa pendidikan dasar tidak boleh hanya berorientasi pada angka-angka rapor semata.
Sekolah dituntut mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara karakter, berprestasi dalam berbagai bidang, serta tetap memiliki kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal.
Pesan tersebut terasa nyata melalui berbagai penampilan seni yang ditampilkan para siswa selama acara berlangsung.
Suasana haru semakin terasa saat acara memasuki penghujung kegiatan. Para siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun tampak menyalami guru, orang tua, dan teman-temannya.
Tangis haru pun tak terbendung dari sebagian wali murid yang menyaksikan putra-putri mereka menutup perjalanan di bangku sekolah dasar.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang para siswa di SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang sekaligus awal langkah mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, membawa harapan besar untuk menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa. (Fuad Afdlol)






