FAKTA – Secara aklamasi, Ir.Gatut Prasetiyo terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAPTI (Perkumpulan Ahli Pengkaji Teknis Indonesia). masabakti 2026-2029.
Peserta Musyawarah Nasional (Munas) II PAPTI yang berlangsung tiga hari 14-16 Juli 2026 di Semarang, dengan suara bulat mendaulat Gatut Prasetiyo dari Jawa Timur, untuk kembali memimpin organisasi profesi di bidang pengkajian teknis bangunan itu.
Nama Ir. Ar, Gatut Prasetiyo, MBA, IAI, IPU, tidak asing lagi di kalangan perusahaan properti. Dia pernah menjadi Ketua REI (Real Estate Indonesia) Jawa Timur.
Alumni Teknik Arsitektur ITB (Institut Teknologi Bandung) ini, adalah Ketua Umum PAPTI terpilih hasil Munas I, Surabaya, untuk masabakti 2023-2026. Berkat kepemimpinannya, sudah terbentuk PAPTI di 30 provinsi di Indonesia, mencapai 500 anggota.

Talk Show dan Pameran
Munas II PAPTI di Semarang, diawali dengan Pameran dan Talk Show yang berkaitan dengan proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan dan Gedung.
Topiknya adalah: “SLF dalam perspektif hukum, dan peluang profesi Pengkaji Teknis ke depan”.
Sebelum acara Munas, delegasi PAPTI dijamu makan malam oleh Walikota Semarang Dr.Agustina Wilujeng Pramestuti. Sekaligus mengucapkan Selamat Datang di Kota Semarang yg terkenal mempunyai nilai tinggi sejarah bangunan dan kulinernya.
Secara Aklamasi
Proses terpilihnya Gatut Prasetiyo tidak berlangsung lama. Pimpinan sidang, Ar, Harry Mufrizon, IAI dari Komda PAPTI DKI Jakarta, sudah mencium gelagat, suara peserta bakal bergulir kepada Gatut.
Bahkan peserta Munas II di Semarang ini tidak perlu melakukan pemungutan suara. Dari meja peserta Munas, ada yang mengusulkan, calon tunggal. Calon itu adalah Ketum yang sudah tidak diragukan lagi.
Pengusul mengajukan nama Gatut Prasetiyo untuk meneruskan kepemimpinannya untuk periode selanjutnya 2026-2029.
Setelah suara terbanyak setuju, maka pimpinan sidang langsung ketuk palu pengesahan Gatut Prasetiyo melanjutkan kepemimpinannya tiga tahun ke depan. Keputusan aklamasi ini disambut delegasi 30 provinsi dengan 500 lebih anggotanya tersebar di seluruh Indonesia.
Kembalinya Gatut Prasetiyo sebagai Ketumnas PAPTI masabakti 2026- 2029 ini sudah terbaca sejak berlangsungnya Munas II, Selasa 14 Juli 2026 di Hotel Paragon Semarang itu.
Saat rangkaian acara Munas II PAPTI itu berjalan, beberapa delegasi, sempat membidik nama bakal calon Ketumnas yang disebut akan mengganti Gatut. Namun akhirnya, suara mengerucut kembali kepada Gatut Prasetiyo.
Munas Ii PAPTI dengan tema “Harmonisasi Pengkaji Teknik anggota PAPTI dengan Pemerintah Pusat dan Daerah” itu merupakan langkah keberhasilan pengurus yang akan berakhir ini.
Semaraknya acara Talk Show dan pameran bahan bahan kontruksi dari mitra seponsor, tidak lepas dari penilaian kawan-kawan dari daerah, ujar beberapa peserta Munas.
Selain acara Talk Show dan pameran, yang lebih istimewa PAPTI menyelenggaraka pemberian penghargaan PAPTI Award 2026. Memang, diakui oleh Ketua Umum PAPTI, Gatut Prasetiyo, bahwa ini
pertama kali diselenggakan oleh sebuah organisasi nirlaba
PAPTI Award, diberikan kepada Pemerintah kota dan kabupaten, di Indonesia. Tujuannya memberikan apresiasi atas kinerja pemerintahan di daerah. Masing-masing daerah bekerja keras dan keseriusan dalam bidang penerbitan SLF (Sertifikat Laik Fungsi).
Pada umumnya PAPTI berperan sebagai konsultan pengkaji teknis bangunan gedung dan perumahan.
Nah, dengan terpilihnya Gatut Prasetiyo sebagai nakhoda PAPTI tiga tahun ke depan, dia berharap PAPTI harus lebih baik lagi dari sebelum ini. Minimal harus sama eksistensi organisasi Komda di 30 Provinsi dan jumlah anggotanya.
Berikutnya meningkatan sinergitas dengan Kementerian PU di pusat dan daerah. Sehingga terbitnya SLF bisa lebih cepat.
Di samping itu ujar Gatut, kepengurusannya akan meningkatkan profesionalisme anggota dengan pelatihan profesi, matra, workshop, studi lapangan dan lain-lain. Kecuali itu, Gatut akan mengajak generasi muda dalam kepengurusan PAPTI 2026-2029.
PAPTI Award 2026
Penghargaan yang dipersembahkan PAPTI Itu, ditujukan kepada penerbitan SLF di daerah.
Terpilih sebagai penerima award katagori “Penerbit SLF Terbanyak” adalah: Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Katagori “Penerbit SLF Tercepat”, diterima oleh Kota Jember, Jawa Timur.
Katagori “Penerbit SLF Terhandal”, diterima oleh Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kategori “Penerbit SLF Terbaik”, diterima oleh Kota Tangerang, Provinsi Banten. (YN)






