FAKTA – Kegiatan Napak Tilas Padjajaran bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berlangsung khidmat di Kabupaten Tasikmalaya pada Senin malam (4/5) pukul 19.30 WIB.
Acara yang semula direncanakan di adakan di Desa Salawu dan berakhir di Kampung Naga ini mengalami perubahan rute demi menjaga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan peserta.
Panitia memutuskan kirab dialihkan dari Jalan Baru Cisinga lalu menuju Pendopo Kabupaten Tasikmalaya atau Gedung Bupati sebagai titik akhir kegiatan. Perubahan rute tersebut dilakukan untuk menghindari potensi kemacetan akibat tingginya antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian acara budaya tersebut.
Napak tilas ini merupakan bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya Sunda yang sarat nilai kearifan lokal. Ribuan warga tampak memadati jalur kirab, menyambut rombongan dengan penuh semangat. Suasana semakin meriah dengan penampilan seni tradisional serta iringan musik khas Sunda yang menambah nuansa sakral dan kebersamaan.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan kesehatan yang turut memastikan kelancaran acara. Salah satunya, Faisal Agus, relawan kesehatan asal Tasikmalaya, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat positif karena mampu menyatukan masyarakat sekaligus mengangkat kembali nilai budaya leluhur. Semoga dari kegiatan seperti ini bisa lahir bibit-bibit unggul yang kelak membawa kemajuan bagi warga Tasikmalaya,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Napak Tilas Padjajaran ini, diharapkan semangat pelestarian budaya, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap sejarah daerah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Tasikmalaya. (Daffa Ibni Al Abiyyu)






