FAKTA – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pontianak terus mematangkan langkah organisasi dan program pembinaan atlet melalui Rapat Kerja IPSI Kota Pontianak Tahun 2026. Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk merumuskan berbagai program, agenda pertandingan, pembinaan atlet, serta memperkuat kolaborasi seluruh perguruan pencak silat di Kota Pontianak.
Rapat kerja yang digelar Selasa (25/8/2026) tersebut dihadiri perwakilan perguruan dan jajaran pengurus IPSI Kota Pontianak. Sebanyak 44 perguruan pencak silat menjadi bagian dari kekuatan organisasi yang diharapkan mampu bergerak bersama dalam membangun prestasi pencak silat di Kota Pontianak.
Ketua IPSI Kota Pontianak Dede Martin Kurniawan, S.A.P., menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda administratif organisasi. Forum tersebut menjadi tempat untuk menghimpun seluruh ide, gagasan, dan rencana kegiatan dari masing-masing perguruan agar dapat dirangkum menjadi program bersama.
“Dalam rapat kerja ini kita merencanakan ide-ide dan setiap program yang akan kita jalankan. Semua rencana pertandingan dari perguruan juga kita rangkum bersama untuk menjadi agenda yang akan dijalankan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara IPSI, perguruan, pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai pihak menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pencak silat yang lebih kuat.
Dede mengatakan, dukungan dari Ketua DPRD Kota Pontianak terhadap pengembangan pencak silat menjadi salah satu dorongan positif bagi IPSI untuk meningkatkan pembinaan atlet.
Target 2026 Tetap Juara Umum
IPSI Kota Pontianak juga memasang target mempertahankan prestasi sebagai juara umum dalam berbagai ajang yang diikuti pada 2026.
Target tersebut tidak hanya berhenti pada satu kejuaraan. IPSI ingin membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan sehingga atlet-atlet Pontianak mampu bersaing mulai dari tingkat pelajar hingga ajang olahraga prestasi yang lebih tinggi.
Sejumlah agenda pertandingan yang berkaitan dengan pembinaan atlet juga menjadi perhatian, termasuk kejuaraan pelajar, O2SN, Popnas, serta berbagai kejuaraan resmi lainnya.
“Target kita dalam waktu dekat ini, 2026, Insyaallah tetap juara umum. Harapan kita prestasi ini bisa terus dipertahankan,” tegas Dede.
Untuk menghadapi agenda pertandingan tersebut, IPSI menilai persiapan tidak boleh dilakukan secara mendadak. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi antarpengguruan, hingga pencarian bibit atlet potensial harus dilakukan secara berkelanjutan.
44 Perguruan Menjadi Kekuatan Besar IPSI Pontianak
Dengan bergabungnya 44 perguruan, IPSI Kota Pontianak memiliki potensi besar untuk membangun kekuatan pencak silat secara lebih terorganisasi.
Dede menilai jumlah perguruan tersebut merupakan modal penting untuk menciptakan kompetisi yang sehat sekaligus memperbanyak kesempatan bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan IPSI bukan hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi pada kekompakan seluruh perguruan.
Semakin banyak perguruan yang aktif mengikuti pembinaan dan pertandingan, semakin besar pula peluang munculnya atlet-atlet potensial yang dapat membawa nama Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.
Sebelumnya, IPSI Kota Pontianak juga pernah menggelar kegiatan pawai akbar yang melibatkan ratusan hingga ribuan anggota dan insan pencak silat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya potensi massa dan kekuatan organisasi pencak silat di Kota Pontianak.
Dorong Renovasi Gedung IPSI di Jalan Podomoro
Selain membahas prestasi dan agenda pertandingan, persoalan sarana latihan juga menjadi perhatian serius IPSI Kota Pontianak.
Dede mengungkapkan keinginannya agar gedung IPSI yang berada di Jalan Podomoro dapat direnovasi dan dikembangkan menjadi pusat latihan bersama bagi para atlet dan perguruan pencak silat.
Menurutnya, kondisi tempat latihan sejumlah perguruan masih memprihatinkan. Karena itu, keberadaan satu pusat latihan yang representatif dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet secara lebih terarah.
“Saya sudah berkeliling ke beberapa perguruan dan melihat kondisi tempat latihan yang sangat memprihatinkan. Karena itu saya mengajukan kepada Ketua DPRD untuk melihat gedung IPSI yang ada di Jalan Podomoro agar dirapikan dan diperbaiki,” katanya.
Ia berharap gedung tersebut nantinya tidak hanya menjadi kantor organisasi, tetapi dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan dan latihan pencak silat Kota Pontianak.
Gagasan tersebut juga diarahkan untuk dikolaborasikan dengan MABM Kota Pontianak, sehingga gedung tersebut dapat menjadi salah satu pusat aktivitas yang memberikan manfaat lebih luas bagi pembinaan generasi muda.
Menurut Dede, dukungan Ketua DPRD Kota Pontianak terhadap rencana tersebut menjadi angin segar bagi IPSI.
“Insyaallah gedung itu nantinya kita kolaborasikan dengan MABM Kota Pontianak. Dan itu sudah mendapat dukungan dari Ketua DPRD,” ungkapnya.
Siapkan Agenda Kejuaraan 2027
Tidak hanya fokus pada 2026, IPSI Kota Pontianak mulai mempersiapkan agenda pertandingan untuk 2027.
Setiap perguruan diminta menyampaikan rencana pertandingan maupun kegiatan yang akan dilaksanakan. Seluruh agenda tersebut kemudian akan dihimpun agar IPSI memiliki kalender kegiatan yang lebih terstruktur.
Langkah tersebut dinilai penting agar pertandingan antarpengguruan maupun kejuaraan yang lebih besar dapat dipersiapkan sejak awal.
“Untuk 2027 nanti, dari perguruan yang hadir akan kita rangkum semua rencana pertandingan yang akan dijalankan. Insyaallah akan banyak kejuaraan yang diagendakan,” ujarnya.
IPSI juga siap mendukung apabila Pontianak dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai event pencak silat tingkat daerah maupun provinsi.
Pencak Silat Tak Boleh Berjalan Sendiri-sendiri
Dede menegaskan, pengembangan pencak silat tidak mungkin dilakukan hanya oleh pengurus IPSI. Perguruan, atlet, pelatih, pemerintah, DPRD, serta berbagai pemangku kepentingan harus duduk bersama.
“Kalau kita bergerak sendiri-sendiri, tentu hasilnya tidak maksimal. Karena itu kita ingin seluruh perguruan bersinergi dan bersama-sama membangun prestasi pencak silat Kota Pontianak,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga harus diarahkan untuk memperbaiki fasilitas latihan dan memperbanyak kompetisi.
Dengan tersedianya tempat latihan yang layak dan semakin banyaknya kejuaraan, atlet akan memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang.
Pada akhirnya, target IPSI Kota Pontianak bukan hanya memenangkan pertandingan, tetapi menciptakan sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan.
44 perguruan, satu kekuatan
Itulah semangat yang ingin dibangun IPSI Kota Pontianak: memperkuat silaturahmi antarpengguruan, memperbaiki pembinaan, meningkatkan fasilitas, memperbanyak kompetisi, dan mempertahankan tradisi juara.
Dengan dukungan seluruh pihak, IPSI Kota Pontianak optimistis pencak silat tidak hanya menjadi olahraga prestasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda sekaligus kebanggaan Kota Pontianak dan Kalimantan Barat. (Hasikin)






