FAKTA – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali mencatatkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Bukan sekali, melainkan dua kali berturut-turut meraih predikat Terbaik I pada ajang KPPN Padang Awards untuk Semester II Tahun 2025 dan Semester I Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa pengelolaan dana publik di Kabupaten Padang Pariaman terus bergerak menuju tata kelola yang lebih tertib, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Penghargaan diserahkan Kepala KPPN Padang Edwin Asrul, S.E., M.M., dalam rangkaian Forum Konsultasi Publik KPPN Padang Tahun 2026 di Aula KPPN Padang, Rabu (12/8/2026).
Pada Semester II Tahun 2025, Padang Pariaman meraih Terbaik I kategori Pengelolaan DAK Fisik dan Dana Desa. Capaian tersebut kemudian dipertahankan pada Semester I Tahun 2026 dengan kembali meraih Terbaik I kategori Pengelolaan Dana Desa.
Dua penghargaan dalam dua periode penilaian berbeda tersebut memperlihatkan konsistensi kinerja pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pengelolaan dana pembangunan dan Dana Desa berjalan sesuai ketentuan.
Penghargaan tersebut diterima Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD Padang Pariaman Herman, beserta jajaran yang hadir mewakili Kepala BPKD.
Herman menilai capaian itu tidak lahir dari kerja satu perangkat daerah. Di balik penghargaan tersebut terdapat koordinasi antara pemerintah kabupaten, perangkat daerah, pemerintah nagari, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan.
“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja sama, koordinasi, dan komitmen bersama dalam memastikan pengelolaan Dana Desa dan DAK Fisik berjalan sesuai ketentuan, tepat waktu, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Herman.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat pelayanan kepada pemerintah nagari.
Capaian tersebut juga menjadi indikator bahwa proses pembinaan dan koordinasi yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil.
Namun, Herman menegaskan, penghargaan tidak boleh membuat pemerintah daerah berhenti melakukan evaluasi.
“Kami tidak ingin penghargaan ini hanya menjadi capaian administratif. Yang paling penting adalah bagaimana pengelolaan keuangan tersebut memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dana Desa memiliki posisi strategis karena pengelolaannya bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat di tingkat nagari. Karena itu, kualitas tata kelola menjadi salah satu faktor penting agar anggaran yang tersedia benar-benar menghasilkan manfaat.
Pengelolaan yang tepat waktu dan tepat sasaran diperlukan agar program pembangunan di nagari tidak mengalami hambatan. Pada saat yang sama, aspek akuntabilitas harus tetap dijaga agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
Pemkab Padang Pariaman menyadari bahwa keberhasilan pengelolaan Dana Desa tidak cukup hanya diukur dari kelengkapan administrasi. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pembinaan dan koordinasi terhadap pemerintah nagari akan terus diperkuat.
Herman mengatakan pihaknya akan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Dana Desa secara berkelanjutan.
“Koordinasi dan pembinaan akan terus kami perkuat agar pengelolaan Dana Desa semakin efektif, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.
Dua penghargaan Terbaik I yang diraih dalam dua periode penilaian menjadi bukti bahwa kinerja pengelolaan keuangan tidak hanya bersifat sesaat.
Capaian tersebut merupakan hasil dari proses yang membutuhkan konsistensi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pengawasan.
Di tingkat pemerintah daerah, koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan. Sementara di tingkat nagari, aparatur dituntut mampu mengelola anggaran secara profesional dan bertanggung jawab.
Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena setiap kesalahan dalam pengelolaan dana publik dapat berdampak terhadap kualitas pembangunan dan kepercayaan masyarakat.
Sebaliknya, tata kelola yang baik akan menciptakan ruang bagi anggaran untuk bekerja lebih efektif dan menghasilkan manfaat yang lebih besar.
Bagi Pemkab Padang Pariaman, penghargaan dari KPPN Padang bukan tujuan akhir. Capaian tersebut justru menjadi pengingat bahwa kualitas tata kelola keuangan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran, serta memastikan program pembangunan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan administrasi keuangan tidak berhenti pada laporan dan angka, tetapi dapat dilihat dari manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat di lapangan.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengelolaan keuangan tersebut memberikan dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Herman.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi modal bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan.
Kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui berbagai program pembangunan, tetapi juga melalui kemampuan pemerintah memastikan uang publik dikelola secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai peruntukan.
Dari perspektif pembangunan daerah, pengelolaan keuangan yang baik akan memperbesar peluang setiap anggaran menghasilkan manfaat optimal.
Karena itu, dua predikat Terbaik I tersebut diharapkan tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga menjadi energi untuk melakukan pembenahan berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah dan Dana Desa. Setiap sumber daya publik diharapkan dapat dikelola secara semakin efektif untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dua kali Terbaik I bukan garis akhir. Justru menjadi tantangan baru: mempertahankan integritas pengelolaan anggaran dan memastikan setiap rupiah uang publik benar-benar kembali menjadi manfaat bagi masyarakat. (SS)






