FAKTA – Kawasan pesisir yang membentang dari Desa Busung Indah, Lasikin, Sua-Sua, hingga ke wilayah Situbuk, dinilai memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang lengkap dan berkelas. Berkat posisinya yang sangat strategis dan berdekatan dengan Bandar Udara Simeulue, wilayah ini diyakini mampu menjadi magnet utama yang mendatangkan ribuan wisatawan, baik dari dalam daerah maupun mancanegara, jika dikelola secara terencana dan profesional.
Gagasan besar dan pandangan strategis ini dikemukakan oleh Wanikmat Rahman, S.E., seorang pecinta wisata Simeulue. Menurutnya, keindahan alam yang dimiliki wilayah tersebut saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal padahal memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Pembangunan kawasan wisata yang lengkap dengan fasilitas penunjang, termasuk akomodasi dan perhotelan, menjadi langkah wajib yang harus segera diwujudkan oleh pemangku kepentingan.
“Wilayah membentang dari Busung Indah, Lasikin, Sua-Sua sampai ke Situbuk itu pemandangannya sangat indah. Bila dikembangkan dan dibangun kawasan wisata lengkap beserta perhotelannya, lokasi ini akan sangat menguntungkan karena berada di sekitaran Bandara. Akses yang mudah ini dipastikan akan membuat banyak wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara, tertarik untuk datang berkunjung,” ungkap Wanikmat Rahman, SE.
Kenalkan Kuliner dan Adat Istiadat sebagai Daya Tarik Utama
Lebih jauh, Wanikmat Rahman, SE menjelaskan bahwa keindahan alam semata tidak cukup untuk menahan lama kunjungan wisatawan. Hal terpenting yang harus disiapkan adalah kemasan budaya. Pengenalan menu kuliner khas serta adat istiadat yang menjadi ciri khas desa-desa di wilayah tersebut harus dikemas sedemikian rupa agar terasa akrab, unik, dan mudah diterima oleh para pengunjung.
Konsep yang ditawarkan adalah menghadirkan suasana liburan yang kental dengan nuansa lokal namun tetap nyaman dan berkelas.
“Kita harus mengenalkan menu-menu khas serta adat istiadat yang ada di desa-desa ini menjadi sesuatu yang familier dan menarik. Di sini perlu diadakan berbagai atraksi, eksibisi keindahan pantai, pameran kuliner, serta pertunjukan adat dan tradisi yang bisa dikemas dan dipasarkan dengan baik. Semua ini adalah nilai jual utama untuk menarik perhatian wisatawan yang kita tuju,” tambahnya.
Dorong Peningkatan Pendapatan Asli Daerah
Pengembangan pariwisata terpadu ini dinilai akan memberikan dampak berantai yang sangat positif bagi perekonomian Kabupaten Simeulue. Ketika wisatawan berdatangan dan tinggal lebih lama, perputaran uang di masyarakat akan semakin cepat, dan yang paling utama adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipastikan akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Namun, pembangunan fisik saja tidak cukup tanpa dukungan promosi yang masif dan tepat sasaran. Wanikmat Rahman, SE menilai, upaya mempromosikan keindahan Simeulue tidak hanya dilakukan melalui media sosial, melainkan dukungan penuh juga telah ditunjukkan oleh seluruh pemangku kebijakan.
“Promosi telah gencar disebarluaskan melalui media sosial. Selain itu, pejabat eksekutif maupun legislatif telah berupaya mempromosikan Simeulue di setiap kesempatan kunjungan kerja ke tingkat provinsi, pusat, hingga ke luar negeri. Di momen-momen itulah potensi besar kita telah diperkenalkan kepada dunia luar,” tegas Wanikmat Rahman, S.E.
Mimpi Besar: Kembalikan Kejayaan Ekonomi Seperti Masa Emas Cengkeh
Bagi Wanikmat Rahman, SE, pengembangan pariwisata ini bukan sekadar proyek pembangunan biasa, melainkan langkah nyata untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Simeulue di masa lalu. Ia sangat optimis, dengan semangat dan kerja sama yang erat di bawah semboyan “Simeulue Ate Fulawan”, kabupaten ini akan kembali bangkit dan makmur, bahkan mampu menyaingi masa kejayaan ekonomi pada tahun 1980 hingga 1990-an.
Dahulu, kemajuan ekonomi Simeulue sangat ditopang oleh hasil panen cengkeh yang melimpah dan menjadi komoditas unggulan yang sangat bernilai. Kini, pariwisata diyakini akan menjadi komoditas baru yang menggantikan peran tersebut sebagai penggerak utama roda perekonomian masyarakat.
“Insya Allah, dengan konsep dan kerja sama yang baik, semangat Simeulue Ate Fulawan akan benar-benar mengukir sejarah baru. Kita ingin ekonomi Simeulue bangkit kembali, maju, dan makmur seperti saat masa keemasan panen cengkeh di tahun 80-90an yang lalu. Pariwisata adalah jalan emas untuk mewujudkan mimpi besar itu,” pungkas Wanikmat Rahman, SE penuh harap.
Kini, gagasan strategis ini tinggal menunggu langkah nyata sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan kawasan pesisir selatan Simeulue menjadi wajah baru pariwisata Aceh yang mendunia. (Uris)






