FAKTA – Estafet kepemimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso resmi berganti. Dr. KH. Moh. Syaeful Bahar, M.Si ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziah, didampingi KH. Abdul Qadir Syam sebagai Rais Syuriah untuk periode 2026–2031.
Penetapan duet pimpinan baru ini merupakan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV PCNU Bondowoso yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen.
Ucapan selamat langsung mengalir dari berbagai pihak. Mulai dari badan otonom NU, lembaga terkait, hingga jajaran Pemerintah Daerah Bondowoso turut mengapresiasi proses musyawarah yang berjalan lancar.
Perkuat Kesehatan dan Pendidikan
Usai ditetapkan, Syaeful Bahar langsung menegaskan arah baru kepengurusannya. Ia berkomitmen menjaga tradisi baik warisan pendahulu, namun juga membuka ruang pembaruan agar manfaat NU lebih dirasakan masyarakat.
“Dalam tradisi NU, prinsip kami adalah melanjutkan segala hal baik yang sudah ada, dan tidak menolak hal baru yang lebih baik yang datang setelahnya,” tegas Syaeful, Minggu (31/5/2026).
Ia menyebut, kebijakan ke depan akan berbasis pemetaan potensi dan persoalan warga. Selama ini, kata dia, pelayanan NU dominan di bidang ritual dan spiritual. Ke depan, sektor kesehatan dan pendidikan akan jadi prioritas.
“Kita mulai dengan membaca apa potensi daerah dan apa persoalan yang dihadapi warga. Jam’iyah ini harus melayani dan memfasilitasi kebutuhan riil masyarakat. Manfaatnya harus lebih masif dan langsung dirasakan warga,” ujarnya.
SDM Melimpah Jadi Kekuatan
Menurut Syaeful, kekuatan utama NU adalah sumber daya manusia yang melimpah. Tantangannya adalah mengorganisir potensi itu menjadi kekuatan besar untuk menjawab persoalan umat.
“Masalah yang dihadapi masyarakat sebenarnya bisa kita bantu selesaikan, karena NU punya SDM yang banyak. Tinggal bagaimana kita meramu potensi itu menjadi kekuatan besar bagi masa depan NU,” pungkasnya.
Empat Fokus Abad Kedua NU
Senada, Sekretaris PWNU Jawa Timur KH Muhammad Faqih menyampaikan pesan dari PBNU. Menghadapi abad kedua, NU wajib fokus pada empat sektor utama: pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan.
“NU tidak boleh hanya bicara soal mengaji atau ibadah ritual saja. Berdasarkan survei kebutuhan masyarakat tahun 2023, keempat bidang itulah yang paling dicari. Jadi harus jadi fokus kerja di semua tingkatan,” tegas Faqih.
Harapan dari Ranting
Sementara itu, Ketua Tanfidziah NU Desa Gebang Kecamatan Tenggarang, Abdul Gafur, berharap kepengurusan baru bisa lebih dekat ke akar rumput.
“Mayoritas warga Bondowoso adalah warga NU, dan sebagian besar adalah kaum awam. Sering kali pertanyaan warga sederhana: ‘Apa kerja pengurus di kabupaten?’ Sosialisasi program sering belum sampai,” ungkap Gafur.
Ia berharap ada jembatan komunikasi yang lebih baik agar amaliah dan program NU tersampaikan, sehingga kerja pengurus benar-benar terasa hingga ke pelosok desa. (Abdul Gofur)






