PESAN INDAH AL-QUR’AN #0099
FAKTA – Suatu malam saya menutup Al-Qur’an setelah selesai membaca beberapa halaman. Saya merasa senang karena sudah membaca cukup banyak.
Tetapi beberapa saat kemudian saya teringat satu nasihat yang pernah saya dengar: “Apa yang berubah dalam hidupmu setelah membaca Al-Qur’an?”
Saya terdiam. Selama ini saya bisa merasa sudah dekat dengan Al-Qur’an karena sering membacanya, tetapi apakah petunjuknya benar-benar sudah saya bawa ke dalam kehidupan?
Pertanyaan itu terasa lebih berat daripada sekadar menghitung berapa halaman yang sudah dibaca.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, Rasul yang membawa wahyu Allah dan menjadi teladan dalam mengamalkannya.
Allah berfirman:
وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ ۙ كِتٰبَ اللّٰهِ وَرَاۤءَ ظُهُوْرِهِمْ كَاَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu.” (QS. Al-Baqarah: 101)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sebagian Ahli Kitab sebenarnya mengetahui kebenaran yang datang bersama Rasulullah ﷺ, tetapi mereka justru meninggalkan Kitab Allah seolah-olah tidak mengetahuinya. Persoalannya bukan semata-mata tidak memiliki pengetahuan, tetapi tidak mau menerima dan mengikuti kebenaran yang telah mereka ketahui.
Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengingatkan pentingnya menjadikan wahyu sebagai pedoman kehidupan. Pengetahuan tentang kebenaran tidak cukup jika tidak melahirkan sikap tunduk dan amal. Kitab Allah bukan sekadar untuk diketahui, tetapi untuk menjadi petunjuk yang membentuk kehidupan manusia.
Cermin Diri
Mari kita bertanya kepada diri sendiri: “Apakah Al-Qur’an sudah mengubah cara saya hidup, atau baru sebatas menghiasi rak dan suara bacaan saya?”
Kita mungkin sudah tahu perintah Allah tentang salat, kejujuran, amanah, menjaga lisan, berbuat baik kepada orang tua, dan menjauhi dosa. Tetapi pengetahuan akan menjadi bermakna ketika ia berubah menjadi tindakan.
Hari ini pilih satu ayat yang sudah kita pahami. Lalu lakukan satu perubahan nyata.
Mari menjadikan Al-Qur’an pedoman, bukan sekadar bacaan. Karena membaca Al-Qur’an menerangi mata, tetapi mengamalkannya menerangi jalan kehidupan.
Oleh Ustadz Iwan Muhajirin
Pendiri dan Pengelola Jejak Pemimpin Institute
3 Oktober 2026






