Lamongan, majalahfakta.id – Kerja keras jajaran pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Kabupaten Lamongan, dengan ide brilian, konsep tema yang diusung, akhirnya membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Meski baru berpartisipasi dan tampil perdana di Lamongan Night Carnival 2026, Sabtu, 12 September 2026, DPD Matra Kabupaten Lamongan, berhasil meraih Juara Harapan I di Kategori Grup atau peserta kelompok.
Rilis yang dihimpun media ini dari panitia LNC 2026 disebutkan data para pemenang untuk Kategori Grup, adalah sebagai berikut : Juara 1 Dinas Pendidikan, Juara 2 RSUD DR Soegiri, Juara 3 Bina Marga Cipta Karya Tata Ruang, Harapan 1 DPD Matra Lamongan, Harapan 2 DPC Tiara Kusuma.
Demi melihat tampilan DPD Matra Lamongan memang cukup bagus dan mengena dari konsep tema yang diusung. Yakni pelestarian adat budaya, barisan punggawa Matra hadir membawa semangat melestarikan adat, merawat budaya dan menjaga warisan Nusantara.
Seperti yang disampaikan Ketua DPD Matra Lamongan, KRT Haryo Sumbogo Kusumo Citraningrat M.S. Heruwidi, M.M., bahwa di LNC 2026, DPD Matra Lamongan hadir dengan tema pelestarian adat budaya. Sebuah persembahan yang mengingatkan bahwa Indonesia bukan hanya tentang satu budaya, melainkan tentang ribuan adat, tradisi, bahasa, pakaian dan kearifan lokal yang hidup dalam keberagaman.
Malam itu warisan budaya Nusantara berjalan bersama di DPD Matra Lamongan. Dengan komposisi, barisan terdepan hadir Kereta Budaya, sebagai simbol kejayaan, kehormatan, dan perjalanan panjang untuk menjaga warisan budaya Nusantara.
Sedang di atasnya, duduk dengan hikmat penuh keagungan, Ketua DPD Matra yang membawa pitutur luhur (pesan). Bahwa adat bukan sekedar masa lalu, budaya adalah jatidiri yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Mengiringi kereta budaya, adalah pasukan Bergodo Singo Mengkok, yang tegak, gagah sebagai simbol keteguhan. Semakin semarak, mempesona lenggang lenggok pasukan penari Matra. Menghadirkan gerak dan ekspresi budaya sebagai nafas kehidupan Nusantara.
Tak terkecuali, tampil pula keindahan burung cendrawasih sebagai simbol pesona tanah Papua, mengingatkan bahwa setiap penjuru Nusantara memiliki keindahan dan kekayaan budayanya sendiri.
Disusul beragam budaya adat Nusantara hadir dalam satu barisan. Ada Jawa, Bugis, Borneo, Palembang, Lampung, Padang, Toraja, Batak hingga Aceh.
Gebyar yang meski berbeda pakaian, tradisi, daerah, namun tetap satu bingkai, Bhineka Tunggal Ika. Itulah Nusantara yang beragam namun tetap bersaudara berbeda adat namun tetap satu tanah air, berbeda budaya namun tetap satu, Indonesia. Kemudian disusul barisan Beskap dan barisan BKL (Baju Khas Lamongan) menambah kuat karakrer budaya lokal dan semangat kebersamaan dalam parade malam yang penuh makna itu.
“Inilah persembahan DPD Matra Kabupaten Lamongan. Bukan sekedar parade tetapi sebuah pesan bahwa adat harus dijaga, bahwa budaya harus dilestarikan, bahwa warisan leluhur harus tetap hidup di tengah generasi yang terus berkembang. Matra hadir untuk merawat keberagaman, memperkuat persaudaraan, dan menjaga jatidiri bangsa. Mari kita semua bergandengan tangan dengan Matra untuk menjaga kelestarian warisan budaya dan peradaban Nusantara. Untuk masa depan kita semua, ayo, dukung Matra, maju, modern dan tetap berakar dari budaya bangsa. Dari Lamongan untuk Nusantara,” jelas KRTH Sumbodo Kusumo Citraningrat. (Ari)






