Pemkot Batu Gandeng UB Ciptakan Smart Integrated Farming, Pertanian Jadi Masa Depan Generasi Muda

Pemkot Batu dan Akademisi UB matangkan konsep SIF: Petani Tetap Jadi Tulang Punggung Kota, Rupatama Balai Kota Among Tani, Senin (31/8/2026). (Foto: Humas/Prokopim)

Kota Batu, majalahfakta.id – Pemerintah Kota Batu tidak ingin sektor pertanian tergilas pesatnya perkembangan pariwisata. Untuk itu, Pemkot menggandeng akademisi UB (Universitas Brawijaya ) guna mematangkan konsep Smart Integrated Farming atau SIF.

Pematangan konsep dilakukan di Rupatama Balai Kota Among Tani, Senin (31/8/2026). SIF dirancang sebagai ekosistem pertanian terpadu yang menyatukan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan hasil, hingga pemasaran, semua berbasis teknologi.

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, SIF adalah langkah menjaga agar petani tetap punya peran sentral di tengah pertumbuhan kota wisata.

“Mayoritas warga Kota Batu punya keterkaitan dengan pertanian. Karena itu petani harus kita jaga. Pertanian juga harus kita siapkan jadi pilihan masa depan bagi anak muda,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Heli Suyanto menyoroti dua kunci keberlanjutan SIF: air dan inovasi. Ia mengusulkan integrasi dengan kreativitas petani muda, mulai dari kultur jaringan hingga pengolahan pascapanen. Tujuannya agar SIF tidak berhenti di kawasan percontohan, tapi benar-benar menaikkan nilai jual produk pertanian Batu.

Secara fisik, SIF akan dibangun di lahan seluas 2,59 hektare yang dibagi menjadi 11 zona yang saling terhubung. Pengelolaan akan didukung Internet of Things dan sistem monitoring digital. Konsepnya juga menerapkan ekonomi sirkular: limbah dari satu aktivitas bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lain.

Dengan model ini, Pemkot berharap pertanian Kota Batu bisa naik kelas: lebih efisien, lebih menarik bagi generasi muda, dan tetap selaras dengan identitas Batu sebagai kota wisata dan kota agropolitan. (Mud/F.1015)