FAKTA – Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang melalui media sosial.
Menurut Muhajir, kehidupan demokrasi tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pers yang menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, independen, dan berlandaskan kode etik. Tanpa pers yang sehat, ruang demokrasi berpotensi kehilangan fungsi kontrol sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.
“Pers adalah roh demokrasi. Ibarat manusia yang hidup tanpa nilai, itu akan kosong. Demokrasi tanpa pers pasti hampa,” kata Muhajir saat menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya keberadaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesi wartawan.
Ia mengatakan perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang yang luas bagi masyarakat untuk memproduksi dan menyebarkan informasi.
Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa maraknya konten yang lebih mengedepankan sensasi dan popularitas dibandingkan nilai edukasi maupun kepentingan publik.
Menurut dia, fenomena mengejar viralitas sering kali menggeser nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya menjadi prioritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Muhajir mencontohkan, tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih merekam peristiwa kecelakaan demi memperoleh perhatian di media sosial daripada memberikan pertolongan pertama kepada korban.
“Kondisi seperti ini menjadi gambaran bagaimana budaya mengejar viral mulai memengaruhi perilaku masyarakat. Nilai kemanusiaan tidak boleh kalah oleh keinginan memperoleh popularitas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti berbagai konten digital yang melibatkan individu, termasuk anak-anak, tanpa mempertimbangkan dampak psikologis maupun aspek etika.
Menurutnya, tidak jarang seorang anak harus menyaksikan orang tuanya menjadi objek konten yang tersebar luas di media sosial tanpa memahami persoalan yang sebenarnya terjadi.
“Inikan tidak baik. Inilah pentingnya keberadaan PWI yang berisikan wartawan profesional untuk mengedukasi masyarakat dengan keilmuan jurnalistik yang mereka kuasai,” katanya.
Muhajir berharap PWI terus memperkuat perannya sebagai organisasi profesi yang menjaga kualitas pemberitaan sekaligus menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus informasi digital. Kehadiran wartawan profesional, menurut dia, dibutuhkan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat telah melalui proses verifikasi, memenuhi kaidah jurnalistik, serta mengedepankan kepentingan publik.
Sementara itu, Ketua PWI Padang Pariaman/Pariaman Idham Fadhli menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Kota Pariaman atas dukungan yang diberikan kepada organisasi wartawan tersebut.
Ia mengatakan Muhajir Muslim telah memfasilitasi berbagai kegiatan PWI, mulai dari pelantikan pengurus hingga penyelenggaraan bimbingan teknis sebagai bagian dari peningkatan kapasitas wartawan.
“PWI Padang Pariaman/Pariaman sangat berterima kasih kepada Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, karena telah memfasilitasi PWI Padang Pariaman/Pariaman, mulai dari pelantikan hingga pelaksanaan bimbingan teknis,” kata Idham.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan yang pertama diberikan oleh seorang Ketua DPRD di Kota Pariaman kepada PWI sehingga menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara legislatif dan organisasi profesi wartawan.
“Ini menjadi yang pertama dilakukan oleh Ketua DPRD di Pariaman. Jadi sejarah baru tentunya. Kami berharap hubungan yang baik ini terus terjalin, baik secara pribadi maupun kelembagaan,” ujarnya.
Idham menambahkan, sinergi antara DPRD Kota Pariaman dan PWI diharapkan mampu memperkuat peran pers profesional dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus meningkatkan literasi informasi masyarakat melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. (SS)






