Edisi ke-10 100% Manusia Film Festival Perkuat Jejaring Festival Asia Tenggara

Edisi ke-10 100% Manusia Film Festival menghadirkan 86 film dari 21 negara serta beragam program yang mengangkat nilai kemanusiaan dan keberagaman. (Foto: Ist/majalahfakta.id)

FAKTA – 100% Manusia Film Festival kembali memperluas perannya sebagai ruang kolaborasi perfilman dengan menghadirkan program Cinema Without Borders. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring festival film di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi bersama Movies That Matter Festival yang berbasis di The Hague, Belanda.

Cinema Without Borders merupakan program pengembangan kapasitas yang diikuti 14 peserta dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selama pelaksanaannya, para peserta memperoleh kesempatan untuk bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan festival film, membangun kolaborasi lintas negara, serta memperkuat ekosistem perfilman independen di kawasan.

Program ini dirancang sebagai wadah bagi para penyelenggara festival, pegiat film, dan pelaku industri kreatif untuk saling berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan festival. Melalui diskusi dan lokakarya, para peserta diharapkan mampu menciptakan kerja sama yang lebih erat sekaligus membuka peluang distribusi karya-karya film independen Asia Tenggara ke panggung internasional.

Puncak rangkaian Cinema Without Borders akan berlangsung melalui acara 100% Meet The Festivals pada 10 Agustus 2026 di Erasmus Huis, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi seluruh peserta untuk mempresentasikan festival film yang mereka kelola kepada publik, sekaligus memperkenalkan karakter dan perkembangan festival dari masing-masing negara.

Selain sesi presentasi, pengunjung juga akan disuguhi pemutaran lima film pendek Asia Tenggara yang dikemas dalam program 100% SEAblings. Film-film yang ditayangkan meliputi Sotong (Malaysia), Dark Zomia (Myanmar), Nothing Gentle in the Shadow (Malaysia), What Will Happen Tomorrow? (Myanmar), serta Untitled Document (Vietnam).

Melalui program tersebut, 100% Manusia Film Festival tidak hanya menghadirkan karya-karya sinema berkualitas dari kawasan, tetapi juga membuka ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan pembuat film, penyelenggara festival, dan penonton dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Seluruh pemutaran film dan sebagian besar program non-film dapat diikuti masyarakat secara gratis. Hal ini menjadi komitmen festival untuk memperluas akses publik terhadap film-film bertema kemanusiaan sekaligus mendorong tumbuhnya apresiasi terhadap sinema independen Asia Tenggara. (Dina)