Jam Lari Puspem Badung Dibatasi, Adi Arnawa Ungkap Alasan Keamanan dan Janjikan Taman Kota

Bupati Badung Adi Arnawa sampaikan rencana pembangunan taman kota Mangupura. (foto: fa/majalahfakta.id)

FAKTA – Maraknya aktivitas olahraga lari (jogging) masyarakat di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Mangupraja Mandala, memicu usulan dibukanya akses kawasan hingga malam hari. Menyanggapi keluhan warga terkait jam operasional lari yang hanya diizinkan hingga pukul 19.00 WITA, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan penjelasan resmi.

Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa operasional jam operasional tersebut berkaitan erat dengan faktor pengamanan (keamanan) aset-aset vital negara yang tersimpan di dalam kompleks perkantoran Puspem Badung.

“Pertama, saya mohon maaf kepada warga masyarakat. Sebenarnya jika kita mau jujur, kompleks Puspem ini kurang ideal dijadikan jogging track umum karena ini adalah kantor pemerintahan yang menyimpan banyak aset penting daerah. Faktor keamanan gedung dan dokumen negara tetap harus kami perhitungkan,” ujar Bupati Adi Arnawa di Puspem Badung.

Guna memberikan fasilitas olahraga dan ruang publik yang layak bagi warga, Pemkab Badung telah menyusun rencana strategi untuk membangun Taman Kota yang representatif. Fasilitas terbuka hijau tersebut direncanakan akan ditempatkan di sebelah utara kompleks Puspem Badung sebagai ikon baru Ibu Kota Mangupura.

Pembangunan taman kota ini akan terintegrasi langsung dengan perencanaan perencanaan jalan strategis yang menghubungkan kawasan Sempidi, Abianbase, Sading, Penarungan, hingga Darmasaba.

“Kawasan tersebut nantinya akan menjadi semacam Catus Patha (simpang empat agung) yang menghubungkan Sempidi, Abianbase, Darmasaba, Sading, dan Penarungan. Seiring dengan pembangunan akses jalan tersebut, otomatis akan dibarengi dengan penataan taman kota yang menarik sebagai identitas Mangupura,” terang eks Sekda Badung tersebut.

Selain menyediakan tempat berolahraga yang aman, Pemkab Badung juga berkeinginan menciptakan pusat keramaian dan ruang interaksi masyarakat malam hari seperti di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Bupati Adi Arnawa memberikan wawasannya untuk menyiapkan ruang khusus (space) pada waktu-waktu tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi kreatif, seni, dan tempat berkumpulnya warga pada malam hari.

“Kami berkeinginan menyiapkan ruang di saat-saat tertentu untuk kegiatan malam, seperti konsep pejalan kaki di Malioboro atau kawasan kota hidup lainnya. Dengan adanya penataan ini, ke depan Ibu Kota Mangupura benar-benar tampak hidup, representatif, dan nyaman bagi warga,” pungkas Bupati Adi Arnawa. (fa)