FAKTA – Ribuan warga memadati kawasan pesisir Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada pelaksanaan perdana Car Free Day (CFD), Minggu (19/7), yang digelar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi, kegiatan tersebut turut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui meningkatnya transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rute CFD membentang dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat hingga kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di sekitar Kantor Wali Nagari Katapiang. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kecamatan di Padang Pariaman, Kota Padang, Bukittinggi, hingga sejumlah daerah lain di Sumatera Barat memadati kawasan tersebut.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan Sekretaris Daerah turut berjalan kaki bersama masyarakat menyusuri rute CFD.
Bupati mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang dinilainya melampaui perkiraan pemerintah daerah.
“Hari ini kami bangga karena Car Free Day perdana di Kabupaten Padang Pariaman berjalan sukses. Masyarakat tumpah ruah memenuhi kawasan Katapiang. Terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, perangkat daerah, para relawan, hingga masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Menurut dia, kehadiran pengunjung dari berbagai daerah menunjukkan kawasan pesisir Padang Pariaman memiliki potensi sebagai destinasi wisata sekaligus ruang publik yang mampu menarik masyarakat untuk berolahraga dan berekreasi.
“Kami mendapat informasi ada masyarakat dari Padang, Bukittinggi, dan daerah lainnya yang sengaja datang menikmati Car Free Day di pinggir laut. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujarnya.
Selain mendorong gaya hidup sehat, kata John Kenedy Azis, penyelenggaraan CFD juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Kita ingin masyarakat sehat dengan berolahraga sambil bersilaturahmi. Di sisi lain, UMKM juga tumbuh. Bahkan saya sendiri ingin membeli sate, ternyata sudah habis terjual. Informasi yang saya terima, beberapa pedagang sampai tiga kali menambah stok dagangannya. Artinya, ekonomi masyarakat benar-benar bergerak,” katanya.
Pelaksanaan CFD dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, antara lain senam massal, jalan santai, bersepeda, pertunjukan seni, olahraga, hingga atraksi taekwondo yang dipersembahkan sejumlah komunitas. Ratusan pelaku UMKM dan pedagang lokal turut membuka lapak di sepanjang lokasi kegiatan.
Tingginya jumlah pengunjung turut dirasakan para pelaku usaha. Vino, pedagang minuman kopi, mengaku harus beberapa kali menambah persediaan bahan baku karena tingginya permintaan selama kegiatan berlangsung.
“Pengunjung sangat ramai. Stok kami cepat habis sehingga harus menambah pasokan beberapa kali agar tetap bisa melayani pembeli,” katanya.
Hal senada disampaikan Ibon, pedagang telur gulung asal Kota Padang, yang mengaku sengaja berjualan di lokasi setelah mengetahui informasi pelaksanaan CFD melalui media sosial.
“Saya yakin pengunjungnya akan ramai. Ternyata benar, dagangan laris dan suasananya luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Kaila, mahasiswa asal Lubuk Alung, menilai kegiatan tersebut menjadi alternatif ruang publik yang sehat sekaligus menyenangkan bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat menarik. Kami sengaja datang bersama teman-teman untuk berjalan santai. Suasananya ramai, sehat, dan menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Keberhasilan penyelenggaraan perdana Car Free Day mendapat apresiasi dari masyarakat yang berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sebagai sarana olahraga, rekreasi keluarga, promosi kawasan pesisir, sekaligus penggerak ekonomi berbasis UMKM. (SS)






