FAKTA – Kondisi Rest Area Mantingan yang berada di jalur nasional penghubung Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah kian memprihatinkan. Fasilitas umum milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang seharusnya menjadi tempat singgah bagi ribuan pengguna jalan setiap hari itu kini tampak terbengkalai, rusak, dan kehilangan fungsi utamanya.
Pantauan di lokasi pada Minggu (28/6/2026) menunjukkan bangunan-bangunan di kawasan rest area mengalami kerusakan di berbagai bagian. Atap sejumlah bangunan tampak rusak, dinding mulai kusam, area taman dipenuhi semak belukar, dan berbagai fasilitas penunjang terlihat tidak lagi berfungsi. Suasana yang seharusnya ramai oleh aktivitas para pelintas justru tampak lengang dan kurang terawat.
Menurut keterangan sejumlah warga sekitar, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sekitar tahun 2013. Selama lebih dari satu dekade, belum terlihat adanya revitalisasi secara menyeluruh sehingga kawasan yang dulunya diharapkan menjadi ikon pintu gerbang Jawa Timur dari arah barat itu semakin kehilangan daya tarik.
“Sayang sekali. Letaknya sangat strategis karena berada tepat di jalur nasional perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dulu diharapkan menjadi tempat istirahat sekaligus pusat ekonomi masyarakat, tetapi sekarang kondisinya justru memprihatinkan,” ujar seorang warga.
Potensi Besar yang Belum Dimanfaatkan
Secara geografis, Rest Area Mantingan memiliki posisi yang sangat strategis. Setiap hari ribuan kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga kendaraan logistik melintasi ruas jalan nasional tersebut. Jika dikelola secara profesional, kawasan ini berpotensi menjadi pusat pelayanan bagi pengguna jalan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Selain menyediakan tempat istirahat yang nyaman bagi pengendara, rest area juga dapat menjadi ruang promosi produk unggulan UMKM, kuliner khas Ngawi, pusat informasi wisata, hingga lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Namun kondisi yang terbengkalai membuat potensi tersebut belum mampu diwujudkan secara optimal.
Warga Berharap Pemerintah Segera Bertindak
Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap keberadaan Rest Area Mantingan. Revitalisasi dinilai penting agar aset milik pemerintah tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Perbaikan tidak hanya sebatas renovasi bangunan, tetapi juga mencakup penataan kawasan, penyediaan fasilitas umum yang memadai, pengelolaan yang profesional, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal agar rest area mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan.
Keberadaan rest area yang representatif juga dinilai akan meningkatkan citra Kabupaten Ngawi sebagai gerbang masuk Jawa Timur dari arah barat, sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.
Momentum Revitalisasi
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus kendaraan antarprovinsi setiap tahunnya, Rest Area Mantingan dinilai layak menjadi salah satu prioritas revitalisasi. Penataan kembali kawasan tersebut bukan hanya menyelamatkan aset pemerintah, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada langkah nyata pemerintah agar Rest Area Mantingan tidak lagi menjadi simbol terbengkalainya aset publik, melainkan kembali hidup sebagai wajah perbatasan Jawa Timur yang bersih, nyaman, produktif, dan membanggakan. (Zamhari)






