Dalam Buku Biografi Toga Hitam Chairul S Matdiah, Integritas Dikursi Pimpinan: Kisah Chairul S Matdiah yang Membuat Alex Noerdin Terperangah

Diceritakan sikap Chairul S Matdiah saat menjabat Wakil Ketua DPRD Sumsel 2014 sd 2019

Poin penting dari buku “Toga Hitam” yang disorot:

  1. Menolak “uang ketok palu”
    Chairul menutup rapat pintu bagi uang haram. Dia langsung melapor ke Gubernur Sumsel Alex Noerdin bahwa selama menjabat, dia tidak pernah menyentuh uang ketok palu dalam pengambilan keputusan di parlemen, termasuk rapat Badan Anggaran. Sikap ini yang membuat Alex Noerdin terdiam karena kagum.
  2. Tolak renovasi rumah dinas
    Selama 5 tahun rumah dinasnya tidak berubah. Padahal anggaran rehabilitasi rumah dinas sering jadi “ladang emas” karena ada tawaran fee 15-20% dari kontraktor. Chairul menolak semua tawaran perabot mewah karena menganggap itu indikasi suap.
    “Kontraktornya bilang, nanti ada untuk bapak, uang fee 15-20 persen dari proyek rumah dinas Wakil Ketua DPRD Sumsel,” ujar Chairul.
  3. Latar belakang “Toga Hitam”
    Buku biografi keduanya ini juga mengabadikan dedikasi Chairul sebagai pengacara sebelum jadi politisi. Dia menangani banyak kasus besar sejak tahun 2000-an, mulai dari pemerasan, pembunuhan, penipuan, sampai pemerkosaan. Karena reputasinya, tercatat 35 perusahaan besar jadi klien tetap kantor hukumnya. Profesi advokat itu yang menuntutnya selalu membawa senpi, “hanya untuk menakuti lawan, untungnya tidak pernah digunakan”.

Intinya, buku ini mengangkat integritas Chairul yang dianggap “aneh” di dunia politik karena konsisten menolak praktik suap dan gratifikasi saat duduk di kursi pimpinan. Sulit zaman sekarang mencari sosok Pemimpin yang punya Integritas Tinggi seperti H.Chairul S Matdiah, Semoga sehat selalu, ujar H.Romadhon S Baseban sekretaris DPRD provinsi sumsel th 2012 sd 2024. (Js)