FAKTA – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Bangkalan terus berupaya meningkatkan daya saing produk industri kecil menengah (IKM) di wilayahnya. Tahun ini, Disperinnaker menargetkan sebanyak 450 pelaku IKM di Bangkalan untuk mendapatkan sertifikasi TKDN, halal, dan merek.
“Tahun ini, kita mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Kementerian Perindustrian untuk program pendampingan sertifikasi, ” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Disperinnaker Bangkalan, Qorry Yuniastuti, di sela-sela kegiatan fasilitasi sertifikasi TKDN di gedung Sentra IKM Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan, Jumat (25/10/2024).
Qorry menambahkan, program ini menyasar 200 IKM untuk mendapatkan sertifikasi TKDN, 100 IKM untuk sertifikasi halal, dan 150 IKM untuk sertifikasi merek. “Dengan sertifikasi TKDN, produk IKM di Bangkalan diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke level internasional,” ungkap Qorry.
“Sertifikasi halal juga sangat penting, terutama bagi produsen makanan, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,” imbuh Qorry. “Jika produk IKM kita sudah memiliki sertifikat halal, sertifikat merek, dan TKDN, maka sudah lengkap dan siap dipasarkan ke tingkat nasional bahkan internasional.”
Saat ini, Disperinnaker sedang menjalankan program fasilitasi sertifikasi TKDN di gedung Sentra IKM Desa Baengas. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (23/10) hingga Jumat (25/10), diikuti oleh 100 pelaku IKM. Mereka mendapat pendampingan langsung dari tim Balai Besar Kerajinan Batik Yogyakarta, yang dipimpin oleh Qorry dan didampingi Kepala Bidang (Kabid) Industri Agro Mita.
Selain mendapatkan pendampingan, para pelaku IKM juga mendapatkan materi terkait proses sertifikasi TKDN, persyaratan, dan manfaatnya.
“Kami berharap program sertifikasi ini dapat mendorong peningkatan kualitas produk dan daya saing IKM di Bangkalan, sehingga merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangkalan,” pungkas Qorry. (Hasan Hasir)






