Daerah  

Sekolah Dasar Unggulan Karanggeneng Inovasi Kelola dan Kreatif Meminimalisir Sampah

FAKTA – Sekolah Dasar Unggulan Karanggeneng memiliki langkah Kreatif Meminimalisir Sampah selalu di lakukan oleh guru terhadap siswa yang sudah terdidik secara bertahap, agar selalu memberikan contoh yang baik serta inovatif terhadap teman yang lain.

Langkah Kreatif Meminimalisir Sampah bukan hal yang tidak mungkin untuk mengurangi sampah dengan cara yang kreatif. Kita semua tahu sendiri, bahwa sampah banyak sekali efek buruknya terhadap lingkungan. Tak hanya jangka pendek, namun juga jangka panjang.

Sampah plastik misalnya, tak bisa langsung diurai oleh tanah. Harus menunggu selama puluhan tahun untuk bisa hancur dan melebur. Sedangkan penggunaan kantong platik sendiri di seluruh penjuru dunia mencapai jutaan kantong setiap harinya.

Bila sampah hanya dibuang untuk kemudian dibuang lagi di suatu tempat, dan dari suatu tempat itu kemudian dibuang lagi di tempat lain, maka hal itu tidak akan ada habisnya. Harus ada cara lain untuk mengatasi sampah tersebut.

Rupanya sampah dapat diolah kembali menjadi hal yang menarik, selain meminimalisir jumlahnya, juga dapat mengurangi dampak buruknya bagi lingkungan. Hal semacam ini sudah mulai di aktualisasikan oleh siswa dan siswi sekolah dasar unggulan Karanggeneng.

Ada beberapa tahapan langkah kreatif meminimalisir sampah, yang kini di uji coba oleh beberapa siswa dengan di dampingi guru pembimbing.

Daur ulang sampah plastik dan perca. Sampah plastik yang susah diurai, yang apabila hanya dibakar akan menimbulkan polusi udara ternyata dapat didaur ulang menjadi barang yang berguna dan berdaya jual. Contohlah, bungkus makanan platik, bila dikumpulkan satu-satu, maka akan dapat dijadikan sebagai tas plastik bermotif unik.

Jadi jangan asal buang. Dijadikan alat seni Sampah tak selamanya menjadi sampah. Sampah bisa pula menjadi sebuah karya seni yang keren. Seperti halnya yang sempat terjadi di sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta, dipamerkan seni patung yang terbuat dari sampah-sampah plastik. Semuanya terbuat dari sampah dan akhirnya terlihat menarik.

Media menanam. Dengan metode menanam vertikultur, sampah botol plastik yang masih utuh dapat digunakan sebagai media tanamnya. Botol plastik tinggal dilubangi sedemikian rupa untuk memasukkan tanah ke dalamnya, serta melubangi bagian ujung botol sebagai jalan masuknya tali penggantung. Bisa disusun sampai banyak. Bisa di letakkan di seputaran tempat tinggal, untuk mendapatkan udara yang segar setiap hari.

Dijadikan pupuk. Sampah organik bila sekedar didiamkan akan membusuk dan ditumbuhi organisme yang menjijikkan, baunya yang tidak sedap juga mengganggu indra penciuman. Oleh karenanya, sampah jenis ini dapat dimanfaatkan untuk didaur ulang sebagai pupuk tanaman. Katakanlah semacam demokrasi tanaman, dari tanaman, untuk tanaman dan oleh tanaman itu sendiri. Akan lebih menghemat pengeluaranjuga dibanding membeli pupuk lagi.

Sebagai alat edukasi. Bahaya sampah dan ketidak bersihan lingkungan perlu diedukasikan ke siswa mulai kelas empat. Sampah merupakan ancaman yang tidak bisa dianggap sepele. Oleh karenanya, sampah itu sendiri dapat dijadikan sebagai peraga alat edukasi. Tentu bukan semua sampah, namun yang sekiranya diperlukan saja.

ItuS langkah kreatif untuk meminimalisir sampah di lingkungan kita. Lingkungan merupakan aset berharga yang dititipkan Tuhan kepada kita manusia, oleh karenanya harus dan perlu bagi kita untuk menjaga kelestariannya lingkungan sekolah. Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk mengurangi dampak buruk sampah. (ari)