Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dicari, Tim SAR Hadapi Laut Ganas

Tim SAR gabungan memastikan pencarian terus dilakukan dengan memperhatikan perkembangan cuaca dan keselamatan seluruh personel. (Foto : Humas Polri)

FAKTA – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki fase krusial. Empat hari setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu mengalami kecelakaan di Laut Jawa, sebanyak 129 orang masih belum ditemukan.

Data terbaru per 15 September 2026 malam mencatat dari total 243 orang yang berada di kapal, 108 orang berhasil diselamatkan dan enam lainnya meninggal dunia. Dengan demikian, operasi SAR gabungan masih berfokus mencari 129 korban yang belum diketahui keberadaannya.

Upaya pencarian terus diperluas melalui penyisiran laut dan dukungan udara. Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar bagi tim SAR. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat pergerakan kapal maupun pencarian di bawah permukaan harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.

Kondisi tersebut tidak menghentikan operasi. Kapal-kapal dari berbagai unsur tetap bergerak menyisir wilayah yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban berdasarkan arah arus dan kondisi perairan.

Dua Kapal Polri Perkuat Penyisiran

Polri turut memperkuat operasi yang dikoordinasikan Basarnas dengan mengerahkan dua kapal, yakni KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012.

KP Ibis-6001, kapal kelas B1, bergerak dari Dermaga Bulog Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Senin (14/9/2026) dini hari. Kapal tersebut kemudian melakukan penyisiran di sektor utara wilayah pencarian.

Penyisiran dilakukan ketika tinggi gelombang berada di kisaran 2 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin sekitar 25–35 knot. Kondisi ini membuat tim harus memperhitungkan aspek keselamatan sebelum menentukan pola pergerakan kapal.

Sementara itu, KP Laksmana-7012 telah lebih dahulu bergerak dari Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin, pada Minggu (13/9/2026).

Kapal kelas A3 tersebut sempat lego jangkar karena kondisi gelombang yang tidak memungkinkan. Setelah cuaca dinilai cukup aman, kapal kembali melanjutkan perjalanan menuju sektor pencarian.

KP Laksmana-7012 kemudian tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam. Setelah melakukan penyisiran di sekitar lokasi, pencarian diperluas ke arah perairan Kalimantan Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

Hingga operasi pada hari tersebut berakhir, penyisiran kedua kapal Polri belum menemukan korban tambahan.

Helikopter Dikerahkan untuk Evakuasi Jenazah

Selain mengandalkan kapal, operasi SAR juga mendapat dukungan dari udara.

Polri mengerahkan helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103 setelah tim gabungan menemukan satu jenazah di atas tongkang yang ditarik Tugboat TCP.

Helikopter diberangkatkan dari Bandara Syamsuddin Noor menuju lokasi penemuan yang berjarak sekitar 80 nautical mile dari Banjarmasin.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan metode hoist dengan Basket Life. Misi berlangsung sekitar pukul 14.48 hingga 16.50 WITA.

Setelah tiba kembali di Bandara Syamsuddin Noor, jenazah diserahkan untuk penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi.

Polri menegaskan penemuan jenazah tersebut merupakan hasil operasi SAR gabungan dan bukan hasil penyisiran khusus kapal Polri.

Basarnas Sesuaikan Strategi dengan Kondisi Laut

Besarnya wilayah pencarian membuat strategi operasi terus disesuaikan. Basarnas menyatakan metode pencarian tidak selalu sama setiap hari karena kondisi laut, arus, angin, serta faktor lapangan lainnya dapat berubah.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi dilakukan dengan mengacu pada standar pencarian dan pertolongan internasional. Pergantian metode pencarian dilakukan untuk menyesuaikan kondisi yang dihadapi tim di lapangan.

Hingga saat ini, operasi melibatkan kapal dan unsur udara untuk menyisir permukaan laut. Pencarian bawah air menghadapi kendala karena kondisi gelombang dan angin belum sepenuhnya mendukung.

Tim SAR juga memperhitungkan kemungkinan korban bergerak mengikuti arus dari lokasi kecelakaan. Karena itu, sektor pencarian tidak hanya terpusat pada titik terakhir kapal, tetapi diperluas ke wilayah yang secara teknis memiliki kemungkinan menjadi lokasi hanyut korban.

Kapal Membawa 243 Orang

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal dilaporkan mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari setelah menghadapi kondisi cuaca buruk.

Total terdapat 243 orang dalam pelayaran tersebut, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal. Kapal juga membawa kendaraan.

Kecelakaan terjadi ketika kondisi laut memburuk. Sejumlah laporan menyebut kapal mengalami kemiringan sebelum akhirnya terbalik. Investigasi mengenai penyebab pasti kecelakaan masih menjadi ranah pemeriksaan lebih lanjut.

129 Keluarga Masih Menunggu Kepastian

Dengan masih adanya 129 orang yang belum ditemukan, operasi SAR memasuki tahap yang semakin menentukan.

Bagi keluarga korban, pencarian bukan sekadar operasi di tengah laut, tetapi upaya untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.

Tim SAR gabungan memastikan pencarian terus dilakukan dengan memperhatikan perkembangan cuaca dan keselamatan seluruh personel.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan kondisi gelombang menjadi tantangan bagi seluruh unsur yang terlibat, tetapi operasi tetap dilanjutkan selama kondisi memungkinkan.

“Gelombang yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan,” ujarnya.

Ia menegaskan kapal-kapal Polri akan terus mendukung operasi yang dikoordinasikan Basarnas bersama seluruh unsur terkait.

Di tengah laut yang belum bersahabat, penyisiran terus dilakukan. Setiap perubahan arah arus dan angin menjadi bagian dari perhitungan tim untuk memperluas area pencarian.

Hingga 16 September 2026, sebanyak 129 orang masih menjadi fokus pencarian dalam tragedi KM Virgo Transport 8. Operasi SAR masih berlangsung dan data korban dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, serta identifikasi di lapangan. (F1)

Sumber : Humas Polri