FAKTA – Rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Jawa Timur diisi dengan aksi sosial yang menyasar para pengemudi ojek online (ojol).
Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bersama Paguyuban Sandhyakara Murti Wilayah Jawa Timur dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menyalurkan paket sembako kepada ratusan pengemudi ojol yang melintas di depan kantor Dishub Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Dishub Provinsi Jatim tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian keluarga besar perhubungan terhadap para pekerja yang setiap hari menjadi bagian dari mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Nyono mengatakan, peringatan Harhubnas tidak semata-mata berbicara mengenai kendaraan, jalan, pelabuhan, bandara, terminal, maupun infrastruktur transportasi.
Menurutnya, terdapat peran manusia yang menjadi bagian penting di balik berlangsungnya aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat setiap hari.
“Lebih dari itu, Hari Perhubungan Nasional adalah momentum untuk mengingat bahwa di balik setiap perjalanan, selalu ada manusia yang bekerja, melayani, dan menggerakkan roda kehidupan,” kata Nyono.
Ia menilai pengemudi ojol kini telah menjadi salah satu unsur penting dalam ekosistem transportasi. Keberadaan mereka turut membantu masyarakat menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan hingga pengantaran barang dan kebutuhan sehari-hari.
Nyono juga mengapresiasi para pengemudi ojol yang tetap menjalankan aktivitasnya di tengah berbagai kondisi di lapangan.
“Setiap hari, dalam kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat, menghadapi kemacetan dan berbagai tantangan di jalan, saudara-saudara kita para pengemudi ojek online tetap hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Atas kontribusi tersebut, Dishub Jatim menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pengemudi ojol yang dinilai turut mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Bukan Sekadar Berbagi Sembako
Nyono mengatakan, kegiatan sosial dalam rangka Harhubnas tahun ini memiliki makna tersendiri. Menurut dia, kegiatan tersebut lahir dari inisiatif Paguyuban Sandhyakara Murti Wilayah Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi dari keluarga besar perhubungan.
Paket sembako yang diberikan kepada pengemudi ojol, lanjutnya, bukan hanya dimaknai dari nilai bantuan secara materi. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara insan perhubungan dengan masyarakat.
“Pemberian paket sembako ini mungkin sederhana dari sisi bentuknya, tetapi saya yakin memiliki makna yang jauh lebih besar. Kepedulian tidak selalu diukur dari seberapa besar yang kita berikan, tetapi dari seberapa tulus kita hadir dan berbagi kepada sesama,” tuturnya.
Melalui momentum Harhubnas 2026, Dishub Provinsi Jatim ingin memperluas makna pelayanan publik. Peran insan perhubungan, menurut Nyono, tidak berhenti pada penyelenggaraan layanan transportasi, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat.
“Keluarga besar perhubungan tidak hanya hadir dalam menjalankan tugas pelayanan transportasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Kegiatan bakti sosial tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan dan memperkuat kepedulian sosial di lingkungan perhubungan Jawa Timur.
Bagi para pengemudi ojol, perhatian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kelompok pekerja yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di tengah dinamika lalu lintas perkotaan. (nyo)






