Pariaman, majalahfakta.id — Sebanyak 83 siswa MTsN 1 Pauh, Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengalami gejala mual, muntah, pusing hingga gatal-gatal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 14 September 2026. Para siswa kini mendapat penanganan medis di dua rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, jumlah siswa yang mengalami gejala masih dalam pendataan dan berpotensi bertambah.
“Untuk sementara ada 83 siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG,” kata Nazifah saat dikonfirmasi, Senin, 14 September 2026.
Nazifah mengatakan para siswa yang mengalami keluhan telah dibawa ke RS M. Yamin dan RS Sadikin untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sudah dibawa ke Rumah Sakit Yamin dan Sadikin dan sedang mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Menurut Nazifah, laporan mengenai siswa yang mengalami gejala muncul secara bertahap. Pada awalnya terdapat sekitar 50 siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan setelah mengonsumsi makanan. Sekitar setengah jam kemudian, jumlahnya meningkat menjadi 79 orang dan terakhir tercatat 83 siswa.
“Pendataan masih dilakukan, jadi jumlahnya masih bisa berubah,” katanya.
Gejala Muncul Sekitar Satu Jam Setelah Makan
Kepala MTsN 1 Kota Pariaman Tarmizi mengatakan para siswa menyantap menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB saat jam istirahat.
Sekitar satu jam kemudian, ketika proses belajar mengajar berlangsung, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan.
“Setelah makan, sekitar pukul 11.00 WIB pada saat jam pelajaran, di beberapa lokal siswa yang telah menyantap MBG mengalami mual, muntah, pusing dan gatal-gatal,” kata Tarmizi.
Pihak sekolah sempat membawa siswa yang mengalami keluhan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, karena jumlah siswa yang mengalami gejala bertambah dan kondisi sebagian siswa memburuk, mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Tarmizi menyebut makanan yang dikonsumsi para siswa pada pagi itu berupa ayam goreng dengan saus lada hitam.
“Dari sekitar 400 siswa yang mengonsumsi, lebih kurang 100 orang terdampak,” ujar Tarmizi.
Namun, angka tersebut berbeda dengan data sementara Dinas Kesehatan Kota Pariaman yang mencatat 83 siswa mengalami gejala. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah siswa yang terdampak.
MBG Disalurkan SPPG Pauh
Tarmizi mengatakan MTsN 1 Kota Pariaman telah menerima program MBG selama sekitar enam bulan. Sekolah tersebut memiliki sekitar 800 siswa penerima manfaat yang mendapatkan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Duta Cahaya Bangsa.
Nazifah mengatakan makanan yang dikonsumsi siswa pada kejadian tersebut merupakan menu MBG yang disalurkan melalui SPPG di wilayah Pauh.
Dinas Kesehatan Kota Pariaman kini melakukan pemeriksaan dan penelusuran untuk mengetahui penyebab munculnya gejala pada para siswa.
“Kita masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran untuk mengetahui penyebabnya,” kata Nazifah.
Hingga Senin siang, belum ada kesimpulan mengenai penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa. Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi dan kondisi para siswa masih dilakukan oleh pihak terkait. (SS)






