FAKTA – Sorotan tajam mengarah ke admin Drop Ponit J&T Express Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pasalnya, pelayanan di perusahaan jasa tersebut dinilai buruk oleh pelanggan di daerah itu, dan memicu gelombang ketidakpuasan dari pelanggan.
Berdasarkan laporan yang diterima media ini, salah seorang konsumen mengungkapkan pengalaman buruk mereka terhadap layanan J&T Express Sicincin. Mereka mengeluh respon yang dianggap tidak profesional karena mengabaikan keluhan pelanggan.
Diduga pelayanan pada admin Drop Poin J&T Exspress tersebut mengecewakan, sehingga oknum karyawan wanita di perusahaan tersebut perang mulut dan nyaris baku hantam dengan ibu ibu paruh baya, Kamis (14/08), malam.
Ibu-ibu tua bernama Endri Y, yang berada dilokasi membenarkan, terjadi keributan di kantor jasa pengiriman J&T Express di daerah itu. “Benar terjadi perang mulut antara karyawan dengan pelanggan,” sebut Endri Y, Kamis (14/8/2025).
Ia menceritakan, awalnya ibu ibu paruh baya bernama Rara tiba di Kantor Drop Poin J&T Exspress Sicincin, ibuk tersebut ingin menjemput barangnya yang sudah tiba di Kantor Drop Poin J&T Exspress itu. Namun pihak J&T tidak bisa menyerahkan barang tersebut dengan berbagai alasan.
Kemudian kata ibu yang juga orang tua Rara menanyakan apa solusinya karena ia akan berangkat ke Dharmasraya pada malam itu juga.
Bahkan Rara yang juga mantan karyawan jasa kurir tertua di Indonesia itu memberikan solusinya, namun pihak J&T tetap bertahan tidak mau menyerahkan barang tersebut, sedangkan barang tersebut akan dipergunakan pada saat 17 Agustus mendatang.
Anehnya, karyawan admin Drop Poin J &T tersebut bernama Desi sangat tidak sopan menyampaikan solusi. Desi karyawan J&T Ekspress memberikan solusi agar barang tersebut dikirim ke Dharmasraya, lalu ibu Endri Y bertanya, siapa yang menanggung biaya ongkos kirim, dengan tidak sopan Desi menjawab kepada orang tua itu, “Situlah yang menanggung, kan keperluan situ,” kata Desi karyawan J&T Ekspress tersebut.
Karena sudah sangat tidak sopan, lalu Rara mengayunkan tangannya kepada Desi, lalu Desi mengelak, maka terjadi keributan dan Rara disuruh keluar lalu kantor J&T Ekspress dikunci.
Salah seorang yang dituakan pada malam itu di J&T Ekspress Sicincin, Yogi, yang dikonfirmasi wartawan menjelaskan, memang SOP J&T demikian, sebelum tida waktu pengantaran maka barang tersebut tidak boleh di serahkan kepada pemiliknya. Namun anehnya lagi, setelah terjadi keributan, barang tersebut diserahkan kepada Rara pemilik barang tersebut, bahkan Yogi pergi ke Polsek 2X11 Enak Lingkung untuk melapor, namun Polisi yang bertugas malam itu lebih menyarankan masalah kecil itu diselesaikan secara baik. (ss)






