FAKTA – Masih membutuhkan dana sekitar Rp 10 miliar, untuk mengoperasikan Waterpark Kepahiang. Sebab, mega proyek yang bakal menjadi ikon wisata Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu itu, masih banyak fasilitas yang harus disiapkan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kepahiang Teddy Adeba, ST, mengatakan fasilitas yang ada saat ini berupa waterboom, gedung utama sarana bermain. ” Waterboom belum ada airnya. Sumber air sudah ada. Tapi belum bisa diambil karena dana belum ada,” kata Teddy.
Lanjutnya, rencana nanti air itu akan dialiri berupa air panas dan dingin. Sebab dekat lokasi itu ada sumber mata air panas. ” Dalam rencana besar Waterpark memerlukan dana Rp 72 miliar. Saat ini baru terealisasi Rp 14 miliar. Jadi masih butuh banyak dana lagi,” ungkap Teddy.
Tahap awal untuk mengoperasikan sarana yang ada itu paling tidak membutuhkan dana Rp 10 miliar. Dana itu akan digunakan untuk mengelola sumber mata air sehingga bisa mengalir ke waterboom. Kemudian untuk pembuatan parkiran serta fasilitas lainnya. ” Memang sudah ada pihak yang ingin mengelolanya. Tapi kini masih terkendala soal air,” demikian Teddy sembari menambahkan Waterpark itu berada di Desa Air Sempiang, Kecamatan Kaba Wetan Kabupaten Kepahiang. (iju)






