Mari Memilih yang Menyelamatkan Iman

Apa yang Allah berikan melalui iman dan takwa jauh lebih baik daripada apa pun yang kita dapatkan dengan menempuh jalan yang salah. (Foto : JPI)

FAKTA – Pagi itu seorang wanita duduk sendirian di tepi tempat tidurnya. Di tangannya ada secarik kertas berisi sebuah nomor telepon yang baru saja diberikan seseorang kepadanya.

Katanya, orang itu bisa membantu menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan “cara khusus”. Hatinya bimbang. Ia ingin masalahnya segera selesai, tetapi ada suara kecil di dalam hati yang bertanya, “Benarkah pertolongan seperti ini yang Allah ridhai?”

Ia akhirnya meremas kertas itu, lalu mengambil mukena dan menghadap Allah. Saat itulah ia sadar: tidak semua jalan yang menawarkan pertolongan layak kita tempuh. Ada jalan yang mungkin terlihat cepat, tetapi perlahan membawa kita menjauh dari Allah.

Alhamdulillah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk memilih jalan yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang mengajarkan kita untuk selalu kembali kepada Allah dalam setiap keadaan.

Allah berfirman:

وَلَوْ اَنَّهُمْ اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَمَثُوْبَةٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ خَيْرٌ ۗ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan seandainya mereka benar-benar beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik bagi mereka, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 103)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa setelah menyebut tentang sihir dan jalan yang menyesatkan, Allah menunjukkan jalan yang jauh lebih baik: iman dan takwa. Apa yang Allah siapkan bagi orang yang beriman dan bertakwa jauh lebih baik daripada sesuatu yang mereka kejar melalui jalan yang salah.

Buya Hamka menekankan bahwa iman bukan hanya pengakuan di lisan. Iman harus melahirkan takwa, yaitu kesadaran untuk menjaga diri agar tidak melanggar batas-batas Allah. Ketika seseorang benar-benar mengenal Allah, ia tidak akan menukar keselamatan akhirat dengan keuntungan sesaat.

CERMIN DIRI

Dalam menghadapi masalah, kita sering ingin semuanya segera selesai. Namun, apakah setiap solusi yang ditawarkan benar-benar baik bagi iman kita?

Mari kita belajar bertanya sebelum mengambil keputusan: Apakah cara ini halal? Apakah Allah meridhainya? Apakah setelah mendapat apa yang kita inginkan, iman kita menjadi lebih kuat atau justru semakin jauh dari Allah?

Jika kita sedang menghadapi persoalan, pilihlah doa sebelum jalan yang meragukan, pilihlah ikhtiar yang halal sebelum jalan pintas, dan pilihlah takwa meskipun hasilnya membutuhkan waktu.

Mari memilih apa yang menyelamatkan iman. Sebab apa yang Allah berikan melalui iman dan takwa jauh lebih baik daripada apa pun yang kita dapatkan dengan menempuh jalan yang salah. (***)

Oleh Ustadz Iwan Muhajirin

Pendiri dan Pengelola Jejak Pemimpin Institute

Senin, 5 Oktober 2026