FAKTA – Sebelum Chairul S Matdiah berani maju sendiri menyusun gugatan di pengadilan, ada 3 tahun tahub 1998 sampai dengan 2001 proses belajar yang tidak pernah diceritakan dibangku kuliah.
Gurat demi gurat draf gugatan Chairul selalu dikoreksi oleh kakak angkatnya, Irwan Effendi, seorang insinyur. Bukan ahli hukum, tapi punya ketajaman logika dan bakat merangkai kata yang luar biasa. Ditangan Irwan, gugatan yang kaku berubah jadi narasi yang tajam dan mengalir.
Karena gugatan bukan sekadar tumpukan kertas. Itu arsitektur logika yang kalau salah satu batu bata miring, bisa roboh di persidangan.
Kisah lengkapnya ada dibuku “Di Balik Toga Hitam”. (js)






