HJKS ke-733 Bikin Surabaya Makin Hidup, Diskon Belanja hingga Wisata Medis Siap Sedot Wisatawan

Sebanyak 15 pusat perbelanjaan besar di Surabaya ikut ambil bagian dalam festival tahunan tersebut. (Foto : Pemkot Surabaya/majalahfakta.id)

FAKTA – Gemerlap lampu pusat perbelanjaan mulai menyala lebih lama dari biasanya. Aroma kuliner khas Surabaya menyeruak dari sudut-sudut kota, sementara hotel-hotel bersiap menyambut tamu dari berbagai daerah. Bulan Mei 2026 menjadi momen ketika Kota Pahlawan benar-benar tampil berbeda.

Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 bukan sekadar seremoni tahunan. Pemerintah Kota Surabaya menjadikannya panggung besar untuk menggerakkan pariwisata, belanja, hiburan, hingga layanan kesehatan dalam satu paket pengalaman kota yang lengkap.

Di tengah semarak festival budaya dan agenda hiburan, Surabaya tahun ini menghadirkan dua kekuatan utama : Surabaya Shopping Festival (SSF) dan penguatan medical tourism atau wisata medis.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani, menyebut Mei menjadi waktu paling tepat bagi wisatawan untuk menikmati denyut Kota Surabaya yang lebih hidup dari biasanya.

“Selama satu bulan penuh Surabaya benar-benar meriah. Banyak event besar, promo belanja, festival budaya, hingga kegiatan wisata lainnya yang sayang dilewatkan,” kata Farah, Rabu (13/5/2026).

Bagi pecinta wisata belanja, SSF 2026 menjadi magnet utama. Sebanyak 15 pusat perbelanjaan besar di Surabaya ikut ambil bagian dalam festival tahunan tersebut. Mulai dari Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, Galaxy Mall, hingga Ciputra World Surabaya berlomba menghadirkan promo besar-besaran.

Diskon hingga 70 persen menjadi daya tarik utama yang diburu masyarakat. Tidak hanya itu, berbagai program seperti night shopping, cashback, buy one get one free, lucky draw, hingga kegiatan komunitas dan olahraga turut memeriahkan suasana pusat perbelanjaan selama HJKS berlangsung.

“Kalau datang ke Surabaya selama bulan Mei, masyarakat tidak hanya menikmati festival, tetapi juga bisa berbelanja dengan banyak promo menarik di mal maupun pusat perbelanjaan,” ujar Farah.

Di balik hiruk-pikuk festival belanja, Surabaya ternyata sedang membangun identitas baru sebagai destinasi medical tourism. Pemerintah kota mulai serius memperkenalkan layanan kesehatan berkualitas sebagai bagian dari wajah pariwisata Surabaya.

Wisatawan kini tidak hanya diajak menikmati kuliner dan hiburan, tetapi juga memanfaatkan layanan kesehatan dari rumah sakit-rumah sakit yang telah memiliki sertifikasi wisata medis.

“Medical tourism ini ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas,” jelas Farah.

Program tersebut dikembangkan bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit di Surabaya. Bahkan, Pemkot menggandeng agen perjalanan untuk mempromosikan layanan wisata medis kepada masyarakat luar daerah, khususnya dari kawasan Indonesia Timur.

Ketua Panitia SSF 2026 sekaligus Wakil Ketua Bidang Promosi APPBI DPD Jawa Timur, Hendra Lienanda, mengatakan antusiasme pelaku usaha dalam HJKS tahun ini sangat tinggi.

“Promosi dilakukan secara masif. Berbagai program belanja dihadirkan untuk menarik minat pengunjung, mulai dari night shopping, buy one get one free, cashback hingga 50 persen, sampai diskon mencapai 70 persen bahkan 80 persen di sejumlah tenant,” kata Hendra.

Menurutnya, setiap pusat perbelanjaan menghadirkan konsep promosi berbeda agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan. Tidak hanya mal modern, UMKM lokal juga mendapat panggung melalui bazar kuliner dan promosi produk-produk khas Surabaya.

Menariknya, konsep medical tourism juga mulai masuk ke pusat perbelanjaan. Dalam rangkaian HJKS, sejumlah mal akan menggelar medical travel fair yang menghadirkan rumah sakit, klinik, hingga layanan konsultasi kesehatan.

“Konsep tersebut diharapkan dapat memperluas daya tarik wisata Surabaya, tidak hanya sebagai kota belanja dan kuliner, tetapi juga sebagai tujuan layanan kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, sektor perhotelan turut bersiap menghadapi potensi lonjakan wisatawan. Ketua PHRI Surabaya, Firman Sudi Permana, memastikan hotel-hotel di Surabaya telah memperkuat berbagai fasilitas penunjang demi kenyamanan tamu.

“Kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, transportasi, hingga fasilitas pendukung terus diperkuat agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman dan berkesan selama berada di Surabaya,” ujar Firman.

Sejumlah hotel bahkan mulai menyesuaikan fasilitas agar lebih ramah bagi wisatawan medis, mulai dari akses kursi roda, kamar khusus, hingga area parkir ambulans.

Bagi Surabaya, HJKS ke-733 bukan hanya perayaan usia kota. Momentum ini menjadi cara Kota Pahlawan menunjukkan diri sebagai destinasi urban yang lengkap — tempat orang bisa berbelanja, menikmati budaya, berburu kuliner, hingga mendapatkan layanan kesehatan dalam satu perjalanan.

Dan sepanjang Mei ini, Surabaya tampaknya memang sedang ingin membuat siapa pun betah tinggal lebih lama.