Kebut Target, Bapenda Kabupaten Tegal Pacu Mesin Pendapatan

Yosa Afandi, S.E., M.Si, Kepala BAPENDA Kabupaten Tegal. (Foto: Sus)

Tegal, majalahfakta.id —  Lampu kuning menyala di kantor Bapenda Kabupaten Tegal. Triwulan IV sudah di depan mata, dan target PAD 2026 harus tuntas 100 persen.

Hingga Agustus, angkanya baru di 61 persen dari target Rp360 miliar. Artinya masih ada pekerjaan besar di 4 bulan terakhir. Tapi Kepala Bapenda, Yosa Afandi, mengaku tak panik.

“Instruksi Bupati jelas. Kejar, tapi jangan bikin masyarakat terbebani. Harus humanis,” tutur Yosa, saat ditemui di kantornya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Main di Sektor yang Hidup

Bapenda tidak menebar jala ke semua arah. Fokusnya diarahkan ke sektor yang paling bergerak tahun ini.

PBB-P2 dikejar lewat jemput bola ke desa-desa. Dendanya juga sementara diputihkan biar warga ringan.

Di sektor properti, Bapenda merapat ke notaris dan PPAT. Tujuannya satu: biar transaksi jual beli tanah tidak ada yang lolos dari BPHTB.

Sementara di Guci, napas pariwisata mulai kembali. Hotel dan resto yang ramai pengunjung jadi bidikan utama pajak PHR.

Sumber lain juga digarap. Dari retribusi pasar dan parkir, dividen BUMD seperti Bank Tegal dan PDAM, sampai pendapatan RSUD Dr. Soeselo. Bahkan bagi hasil pajak dari Provinsi Jateng ikut dikawal agar tidak telat masuk kas daerah.

Jurus 3D

Untuk mengejar, Yosa mengeluarkan strategi “3D”.

Pertama, Digitalisasi. Bayar pajak kini tak perlu ke kantor. Cukup lewat HP, mobile banking, Tokopedia, bahkan Indomaret. Ada juga aplikasi “Si-Pinter” buat cek tagihan.

Kedua, Data. Bapenda mengawinkan data NPWP, data kependudukan, dan transaksi tanah dari BPN. Tujuannya mencari objek pajak baru yang selama ini diam.

Ketiga, Door to door. Tim turun langsung ke lapangan. Sambil menagih, mereka juga bawa kabar baik: bebas denda bagi yang bayar sebelum 30 September.

“Kita kejar target, tapi UMKM harus tetap jalan. Makanya ada insentif buat yang taat bayar, seperti undian berhadiah, ujar Yosa.

Optimis Tembus

Dengan pola akhir tahun yang biasanya ramai pembayaran, Yosa optimis target Rp.360 miliar diharapkan bisa terlampaui.

“Kuncinya gotong royong. Dari camat, kades, sampai warga. Karena PAD ini balik lagi ke kita, seperti untuk pembangunan jalan, sekolah, puskesmas,” tutupnya. (sus)