Hampir Sepekan Hilang Tanpa Jejak, Lansia 79 Tahun Asal Nusa Penida Belum Ditemukan Tim SAR

Pencarian lansia hilang yang hilang hampir sepekan. (Foto: fa)

Klungkung, majalahfakta.id — Tim SAR gabungan masih terus berjuang memburu jejak seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Ni Nyoman Selir yang dilaporkan hilang secara misterius di wilayah Dusun Semaya, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Perempuan berusia 79 tahun tersebut dilaporkan tak kunjung pulang usai meninggalkan kediamannya pada Senin (24/8/2026) pagi lalu, dan ironisnya, jejak korban masih belum berhasil ditemukan hingga Minggu (30/8/2026).

Berdasarkan penelusuran rekam jejak, Ni Nyoman Selir diketahui beranjak dari rumahnya sekitar pukul 08.00 Wita. Sebelum menghilang, seorang saksi mata sempat berpapasan dan menanyakan tujuan kepergian korban.

Kala itu, korban mengaku hendak pergi ke pasar untuk membeli obat. Namun, alih-alih menuju pusat keramaian, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi justru merekam pergerakan korban yang berjalan menyusuri jalur menuju arah perbukitan. Sejak saat itu, jejak korban seolah tertelan bumi.

Menyadari korban tak kunjung kembali, pihak keluarga bersama warga Banjar Semaya sempat melakukan upaya penyisiran mandiri di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perlintasan korban. Kendati pencarian swadaya telah memakan waktu hingga tiga hari penuh, tanda-tanda keberadaan lansia tersebut tak kunjung ditemukan.

Mengingat medan perbukitan yang cukup menantang dan minimnya petunjuk lanjutan, Bhabinkamtibmas Desa Suana, I Wayan Supanca Ariansa, akhirnya meneruskan laporan orang hilang tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar pada Kamis (27/8/2026) pagi.

Merespons laporan darurat tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung memberangkatkan lima orang personel Unit Siaga SAR Nusa Penida menuju lokasi kejadian. Setibanya di Desa Suana, tim langsung menggelar pemetaan area pencarian bersama jajaran Polsek Nusa Penida, perangkat desa, serta keluarga korban.

Berbekal petunjuk visual dari CCTV dan keterangan saksi terakhir, operasi SAR difokuskan pada penyisiran menyebar. Tepat pukul 10.45 Wita pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan mulai merangsek masuk dan menyisir kawasan ke arah barat laut dari titik terakhir korban terpantau, sebelum kemudian memperluas radius pencarian ke arah selatan.

Sayangnya, manuver pencarian darat yang melibatkan sinergi Unit Siaga SAR Nusa Penida, TNI AL Pos Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, BPBD Klungkung, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat ini masih menemui jalan buntu. Terhitung hingga Minggu (30/8/2026), upaya pencarian intensif yang telah menyusuri kawasan perbukitan tersebut belum juga membuahkan hasil. (fa)