Daerah  

Karyawan J&T Exspress Sicincin Emosi ke Konsumen akan Berdamai

FAKTA – Peristiwa keributan yang melibatkan admin Drop Point J&T Exspress Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan seorang konsumen di daerah itu akan melakukan mediasi damai.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 14 Agustus 2025 akan dilakukan upaya damai secara kekeluargaa. Hal ini disampaikan Riski Aprinanda Ilias salah satu karyawan J&T Exspress, Sabtu (16/8/2025).

“Kasus ini sudah ada upaya damai dari kedua belah pihak secara kekeluargaan. Bentuk perdamaian ini, saya tidak tau, semuanya ini tergantung dari admin dan konsumen,” sebut Riski.

Hingga kini, sebut Riski, pihak J&T Exspress tidak akan memperuncing permasalahn tersebut.

“Sebenarnya tergantung pada kedua orang tersebut yakni, pihak admin J&T dan konsumen,” sebut dia.

Diceritakan, sekitar pukul 08.30 WIB konsumen bernama Rara mendatangi kantor J&T ini bersama beberapa kerabat keluarganya pada Kamis 14 Agustus 2025.

“Pada saat kedatangan mereka, kami sedang menghitung uang dari hasil kerja satu hari ini, konsumen tersebut langsung masuk kedalam kantor untuk mengambil paket,” ujar Riski yang didampingi beberapa kurir J&T lainya.

Pihak admin langsung menanyakan nama penerima kepada konsumen. Namun, konsumen menunjukan resi dari pengiriman sehingga admin beberapa kali menanyakan nama si penerima.

“Setelah admin menanyakan nama konsumen beberapa kali, baru konsumen memberikan namanya atas nama Rara. Soalnya didalam sistem, kalau nama konsumen dapat ditemukan secara cepat,” ungkapnya.

Setelah terlacak pada sistem, dirinya bersama kurir lainya mencari paket tersebut, namun, dalam pencarian paket itu, pihaknya tidak menemukan paket yang dimaksud, sehingga pihaknya berasumsi bahwa paket tersebut sudah dikembalikan.

“Kami telah berupaya mencari paket yang dimaksud. Namun paket tersebut tidak ditemukan, sehingga kami berasumsi paketnya sudah dibalikin,” ujar Riski.

Kemudian, konsumen mungkin merasa kecewa bahwa paket yang seharusnya diterima itu tidak didapatkannya sehingga terjadi emosi dari konsumen.

“Setelah susah payah mencari paket itu, dan mendengar paketnya telah dibalikan kepada si pengirim, konsumen emosi,” ujarnya.

Akhirnya, pihak admin ikut terpancing emosi oleh konsumen, sehingga menyulut kemarahan dari kedua belah pihak.

Kemudian, dengan susah payah pihak J&T mencari paket tersebut, akhirnya ditemukan bahwa paket yang dimaksud berada dalam karung.

Pihak konsumen menginginkan paket yang akan ia terima harus dapat pada hari ini juga. Namun, pihak J&T untuk mengeluarkan dan memberikan paket harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Konsumen ingin paketnya harus diterima pada hari ini juga. Namun, pihak kami tidak mau memberikan karena harus sesuai SOP,” ujarnya.

Kemudian, dengan sikap emosi dari kedua belah pihak tersebut, sehingga permasalahan ini sudah tidak kondusif lagi.

“Melihat kondisi sudah tidak memungkinkan, akhirnya kantor kami tutup, dan paket yang diinginkan konsumen tersebut diserahkan pada hari itu juga,” tutup Riski. (ss)