FAKTA – Adanya Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua sangat membantu arus pengiriman barang. Hal itu dilontarkan Ketua umum Hiswana Papua Ir. Ledrick Lekenila pada Selasa (22/7/2025). Karena, jelasnya, akan ada banyak investasi terkait bandara di daerah-daerah otonom baru tersebut.
Lanjutnya, arus barang masih berjalan seperti biasa namun kadang-kadang harga bahan bakar pesawat (avtur) naik dan hal ini mempengaruhi harga tiket pesawat dan cargo. Harga avtur saat ini di Papua sudah mencapai Rp18 ribu per liter, naik dari Rp12 ribu per liter tahun lalu.
“Kenaikan harga avtur ini otomatis menyebabkan penyesuaian harga tiket pesawat dan cargo,” ujarnya.
Namun, kemampuan masyarakat terutama di pedalaman tidak sejalan dengan kenaikan harga tersebut. Akibatnya, arus barang ke pedalaman pegunungan tidak terlalu lancar. Hal ini bukan disebabkan dampak dari DOB, melainkan lebih karena masalah internal operator atau airline. “Jadi otomatis biaya operasional dari operator mempengaruhi harga biaya cargo atau angkutan barang yang mengalami sedikit kenaikan,” tegas Ongen.
Selain itu, faktor keamanan juga mempengaruhi arus barang yang biasanya mengalami penurunan. Namun, DOB justru akan memberikan dampak positif karena pesawat-pesawat yang sebelumnya tidak biasa masuk akan masuk ke daerah tersebut, karena adanya perluasan atau perpanjangan landasan bandara di berbagai DOB.
Saat ini, pengiriman barang masih didominasi oleh kebutuhan pokok sembako dan rumah tangga. BBM juga masih berjalan sesuai alokasi dan tidak ada pengurangan.
“Penyesuaian tarif yang berlaku di Papua hanya sekitar 10 hingga 15 persen dari tarif sebelumnya setelah kenaikan harga avtur ” ungkap Ongen.
PT Alda Air memiliki 3 unit armada yang melayani angkutan barang dan orang di daerah pedalaman Papua.
“Masing-masing berpangkalan di Jayapura 2 unit dan 1 unit di Timika dengan kapasitas 1,2 hingga 1,3 ton barang,” tuturnya. (F.1010)






