Diundang Gubernur Jatim Khofifah Masuk Grahadi Gara-gara Tertangkap Kamera Memberi Hormat Bendera dari Luar Pagar saat Upacara HUT ke-81 RI

Khofifah bersama "Anak Hebat, Indonesia Kuat" pada acara khusus di Gedung Grahadi Surabaya. (Foto: Humas Adpim Jatim)

FAKTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersentak hatinya melihat ada anak-anak di luar pagar gedung negara Grahadi memberi hormat kepada sangsaka merah putih saat digeret ke puncak tiang, pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Gubernur perempuan ini memberikan apresiasi atas ekspresi cinta Tanah Air yang ditunjukkan masyarakat, khususnya anak-anak itu.

Kendati mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari luar pagar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026), itu, Khofifah menyebut mereka benar-benar menghayati cinta tanah air.

Secara khusus anak-anak yang tertangkap kamera memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih dari luar pagar Grahadi itu, diundang untuk hadir bersama orang tua mereka dalam perayaan kemerdekaan bertajuk “Anak Hebat Indonesia Kuat” di Gedung Negara Grahadi Selasa (18/8/2026).

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk penghargaan atas sikap teladan yang ditunjukkan anak-anak, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan rasa cinta kepada Merah Putih dan Indonesia sejak usia dini.

Bermula Khofifah melihat dari sejumlah foto dan video yang menangkap momen anak-anak tetap antusias menyaksikan jalannya upacara. Meskipun mereka berada di luar pagar kawasan Gedung Negara Grahadi.

Saat Sang Merah Putih dikibarkan, mereka secara spontan berdiri tegak dan memberikan penghormatan.

Memang momen ini sederhana, namun sarat makna tersebut menyentuh hati Gubernur Khofifah. Melalui akun Instagram pribadinya, ia kemudian mengajak anak-anak yang wajahnya tertangkap kamera untuk datang ke Grahadi bersama orang tua mereka.

Khofifah menyampaikan pesan kepada anak-anak yang ketika hormat bendera, mereka mengangkat tangan. Melalui Instagram pribadi siang tadi, dia memberi penanda yang kemarin hadir di luar pagar datang ke Grahadi sebagai bentuk apresiasi untuk mereka.

Keterbatasan kapasitas membuat tidak seluruh masyarakat dapat mengikuti upacara secara langsung dari dalam kawasan Gedung Negara Grahadi. Namun, hal tersebut ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap mengikuti momentum peringatan kemerdekaan dari luar pagar, ujarnya.

Khofifah, melihat sikap anak-anak itu justru menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap Indonesia tidak dibatasi oleh ruang maupun undangan. Meski berada di luar pagar, mereka tetap memberikan penghormatan ketika Sang Merah Putih dikibarkan.

Melihat anak-anak ini memberikan hormat ketika Bendera Merah Putih dikibarkan, hati saya tersentuh. Ini adalah contoh sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ada cinta Tanah Air yang tumbuh dari generasi penerus kita, ungkapnya.

Atas dasar itulah, Khofifah memilih memberikan apresiasi secara langsung dengan menghadirkan mereka ke Grahadi. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi kenangan yang membekas sekaligus semakin menguatkan rasa bangga anak-anak terhadap bangsa dan negaranya.

Khofifah menegaskan bahwa pendidikan karakter dan nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui teori. Nilai kebangsaan juga dapat ditumbuhkan melalui keteladanan, pembiasaan, serta pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Ia mengatakan, hormat kepada Bendera Merah Putih adalah tindakan sederhana. Tetapi dari tindakan sederhana itu kita bisa melihat bagaimana rasa cinta kepada bangsa dan negara mulai tumbuh, tuturnya.

Anak-anak adalah masa depan Indonesia. Dari mereka kita berharap lahir generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki empati, serta memiliki kecintaan yang kuat kepada bangsa dan negaranya, katanya.

Khofifah berharap semangat yang ditunjukkan anak-anak tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Terlebih, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, penanaman karakter kebangsaan sejak dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus Indonesia.

Apabila sejak kecil mereka sudah memiliki rasa hormat dan bangga kepada Merah Putih, Insya Allah nilai itu, kata Khofifah, akan terus tumbuh bersama mereka. Inilah yang harus kita rawat, karena merekalah yang kelak akan melanjutkan perjalanan bangsa ini.

Puluhan anak kemudian hadir memenuhi undangan tersebut dengan didampingi orang tua maupun pendamping masing-masing.

Di antara mereka yakni Adeeva Zaida Humairah (7) asal Kabupaten Sidoarjo; Shylo (8) asal Surabaya; Steward (9) asal Surabaya; Swaggart (6) asal Surabaya; serta Eza (8) asal Surabaya.

Kehadiran mereka menjadi istimewa karena ekspresi spontan saat mengikuti upacara dari luar pagar Grahadi itulah yang kemudian menjadi inspirasi terselenggaranya pertemuan bertajuk “Anak Hebat Indonesia Kuat.”

Anak-anak ini kemarin mungkin tidak berada di dalam Grahadi, tetapi mereka menunjukkan sikap yang luar biasa. Ketika Merah Putih dikibarkan, mereka berdiri dan memberikan hormat. Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa sikap baik sekecil apa pun, apalagi yang menunjukkan kecintaan kepada Indonesia, layak kita apresiasi dan kuatkan, ujar Khofifah.

Tak hanya kelima anak tersebut, kebersamaan di Grahadi juga melibatkan berbagai kelompok anak. Sebanyak 27 anak yatim turut hadir, dengan 17 anak di antaranya menerima santunan. Selain itu, hadir empat anak dari UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) serta empat pasien anak dari Omah Terapi.

Kebersamaan semakin lengkap dengan kehadiran 20 anak dari Sobat Dili (Disabilitas Tuli) Mengaji yang didampingi empat guru mengaji serta seorang penerjemah bahasa isyarat. Kehadiran mereka menjadikan perayaan kemerdekaan tersebut sebagai ruang perjumpaan yang inklusif, hangat, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama merasakan semangat kemerdekaan.

Khofifah menegaskan bahwa seluruh anak memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh dengan rasa bangga terhadap bangsa dan negaranya. Karena itu, semangat nasionalisme harus ditanamkan dengan cara yang ramah, menyenangkan, dan dapat dirasakan seluruh anak tanpa terkecuali.

“Indonesia ini milik kita semua. Anak-anak dengan latar belakang apa pun harus mendapatkan ruang yang sama untuk tumbuh, belajar, bergembira dan mencintai negerinya. Karena anak-anak hebat hari ini adalah bagian dari kekuatan Indonesia di masa depan,” tuturnya.

Pertemuan bertajuk “Anak Hebat Indonesia Kuat” tersebut berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak diajak menikmati berbagai kegiatan yang telah disiapkan, mulai dari atraksi sulap, mendengarkan dongeng, hingga bernyanyi bersama.

Suasana semakin akrab ketika anak-anak diberi kesempatan menikmati lingkungan Gedung Negara Grahadi. Mereka juga diajak mengambil buah-buahan serta sayuran yang tersedia di kawasan Grahadi sehingga kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan bersama keluarga.

Tidak hanya menghadirkan pengalaman, Gubernur Khofifah juga menyiapkan kaus khusus sebagai kenang-kenangan bagi anak-anak. Kaus tersebut sekaligus menjadi simbol apresiasi dan penyemangat agar kecintaan terhadap Indonesia yang telah mereka tunjukkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Khofifah berharap pengalaman sederhana tersebut akan membekas dalam ingatan anak-anak. Lebih dari sekadar datang ke Grahadi, ia ingin mereka membawa pulang kebanggaan bahwa tindakan sederhana berupa berdiri tegak dan memberikan hormat kepada Sang Merah Putih merupakan ekspresi kecintaan kepada bangsa yang patut terus dirawat.

“Mereka telah memberikan contoh yang sangat baik. Semoga semangat mereka menjadi inspirasi bagi anak-anak Jawa Timur lainnya. Saya juga menyiapkan kaos untuk anak-anak merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan semangat 45,” kata Gubernur Khofifah.

Pengalaman ini diharapkan menjadi kenangan yang indah sekaligus menumbuhkan semakin kuat rasa cinta kepada Merah Putih dan Indonesia, ulasnya. (yousri)