FAKTA – Setelah Bendungan Semantok di Dusun Sambikerep, Rejoso, Nganjuk diresmikan Presiden Jokowi. Bendungan itu diklaim terpanjang di Asia Tenggara.
Bendungan semantok juga Selain bisa mengaliri ribuan hektare sawah, bendungan tersebut diklaim mampu mereduksi banjir, dan diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Berikut ini sejumlah fakta terkait Bendungan Semantok
1. Bendungan semantok merupakan bendungan ke-30 yang Diresmikan Sejak 2015
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Semantok ditandai dengan pemutaran kunci mesin air dengan suara sirene dan penandatanganan prasasti.
“Sejak 2015 kita telah memulai pembangunan bendungan-bendungan dan waduk-waduk, dan sampai hari ini bendungan Semantok ini adalah bendungan ke-30 yang kita resmikan,” ujar Jokowi, pada peresmian Selasa (20/12/2022).lalu
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Bendungan Semantok ini bukan yang terakhir kali hendak dia resmikan. Masih ada target puluhan bendungan lagi di Indonesia.
Pemerintah kabupaten Madiun melalui kepala Dinas PUPR kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo menyampaikan kepada Fakta Senin (27/03/2023)”Karena kita tahu, apapun, air adalah kunci. Baik untuk pertanian maupun untuk hal-hal yang lain. Listrik, pariwisata, semuanya,” ujar Gunawan .
Gunawan juga berharap dengan adanya bendungan semantok tersebut pertanian dalam negeri semakin membaik seiring dengan membaiknya kesejahteraan petani
“Oleh sebab itu dengan adanya bendungan tersebut , kita harapkan produksi pertanian kita semakin baik juga kesejahteraan petani juga akan semakin baik,” ujarnya.
2. Dibangun dengan Anggaran Fantastis
Pembangunan Bendungan Semantok di Nganjuk itu masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Anggaran yang dikucurkan untuk proyek bendungan itu pun tidak main-main.
Bendungan Semantok itu telah dikerjakan sejak 2017. Proyek ini telah menghabiskan anggaran negara senilai lebih dari Rp 2 triliun.
“Bendungan Semantok ini dibangun sejak 2017. Pembangunan bendungan ini menghabiskan anggaran Rp 2,5 triliun. Bukan uang yang sedikit,” katanya.
3. Mampu Menampung Air hingga Puluhan Juta Meter Kubik
Dengan anggaran sebesar itu, pemerintah kabupaten Nganjuk lewat PUPR berupaya meyakinkan bahwa kapasitas atau daya tampung air pada bendungan itu juga tidak sedikit. Mencapai puluhan juta meter kubik.
“Kapasitas tampung dari bendungan ini sangat besar sekali. 32,6 juta meter kubik dengan luas genangan 365 hektare,” ujar Gunawan
Dengan kapasitas itu, Gunawan Widagdo menyebutkan Bendungan Semantok mampu mengaliri 1.900 hektare sawah yang ada di sekitarnya.
“Kurang lebih akan mengairi sawah (seluas) 1.900 hektare,” jelasnya.
4. Mereduksi Banjir dan Mencegah Kekeringan
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas dalam keterangan tertulis di situs resmi BUMN menyebutkan bahwa bendungan ini mampu mereduksi banjir.
“Semoga dengan adanya Bendungan Semantok ini juga dapat mengurangi risiko banjir 137 meter kubik per detik. Semoga masyarakat Nganjuk dan sekitar dapat segera merasakan manfaatnya,” tandas Anas.
Adanya bendungan ini, tambah dia, untuk pemeliharaan sungai di hilir bendungan sebesar 30 liter/detik dan mereduksi banjir 30 persen di Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.
5. Diharapkan Bisa Membuat Petani Panen 3 Kali
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan harapan terkait Bendungan Semantok. Dia berharap sawah warga yang terairi kemudian bisa panen lebih baik.
“Kalau biasanya panen sekali bisa panen 2 kali, kalau biasanya panen 2 kali bisa panen 3 kali. Biasanya nggak bisa ditanami padi, misalnya, bisa panen 2 kali atau 3 kali,” ujarnya.
“Pada intinya saya berharap Bendungan Semantok bisa bermanfaat bagi para petani di Kabupaten Nganjuk di Provinsi Jawa Timur tandas Marhaen. (rif)






