Tegal, majalahfakta.id – Di tengah ketatnya persaingan mutu pendidikan di Kabupaten Tegal, SMP Negeri 2 Adiwerna tampil sebagai kejutan. Sekolah yang dulu dipandang sebagai sekolah pinggiran, kini menjadi jujugan studi tiru sekolah lain.
Dibalik transformasi itu ada tangan dingin Kepala Sekolah, Muhajirin,S.Pd,M.Pd.
Sejak menahkodai SMPN 2 Adiwerna, Muhajirin menerapkan 5 kiat utama untuk meningkatkan mutu pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, tapi juga karakter.
Pertama, disiplin Berbasis Keteladanan, Bukan Hukuman.
Jam 06.30 WIB, guru wajib berdasarkan jadwal piket di gerbang menyalami satu per satu siswa. Guru wajib datang 15 menit sebelum bel. “Kalau kita ingin siswa disiplin, gurunya dulu yang harus memberi contoh. Kami hilangkan budaya telat,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Kedua, Link and Match dengan Dunia Industri dan SMK. Uniknya, meski SMP, Muhajirin menggandeng SMK untuk pengenalan vokasi sejak dini. Siswa tidak hanya diajari teori, tapi juga kewirausahaan, coding dasar, dan pengolahan sampah menjadi produk (pembuatan alat pembuat bubur dari platik untuk di jadikan paving).
Ketiga, mengaktifkan Ekstrakurikuler Prestasi.
Pramuka, Paskibra, seni tari, dan klub sains menjadi mesin pendulang prestasi. Tahun ini saja SMPN 2 Adiwerna menyabet Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat Kabupaten dan Juara 2 FLS2N.
Terakhir keempat, sinergi Pentahelix. Orang Tua, Alumni dan Desa.
Muhajirin membentuk Forum Komite Aktif yang melibatkan orang tua, alumni, dan pemerintah desa sekitar untuk mengawal program sekolah. “Sekolah tidak bisa hebat sendirian. Kami rangkul semua. Bahkan dana CSR desa kami manfaatkan untuk beasiswa siswa kurang mampu,” jelasnya.
Tak heran, jumlah pendaftar baru tahun ajaran 2026/2027 membludak hingga 120% dari kuota.
“Prinsip saya sederhana, jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman. Kalau siswa nyaman, guru bahagia, mutu pasti akan ikut naik,” pungkas Muhajirin yang kini juga tengah mengikuti seleksi JPT Pratama Kadisdikbud Kabupaten Tegal.
Muhajirin,Kepala SMP Negeri 2 Adiwerna mempunyai rekam jejak panjang dan prestasi yang jarang terekspos.Pria kelahiran Tegal, 1971 ini bukan kepala sekolah karbitan. Karirnya dimulai dari bawah sebagai guru IPS di SMP Negeri 1 Slawi Slawi, kemudian dipercaya sebagai penangung jawab kelas Imersi dan Kelas Risntisan Sekolah Bertaraf Internasioan antara tahun 2010-2011. Dari sinilah pengalaman manajerialnya tumbuh.
Muhajirin jebolan Magister Pendidikan Bahasa,lulusan Pascasarjana UNNES dengan predikat Cumlaude. Melakukan transformasi Nyata di SMPN 2 Adiwerna (2021-Sekarang)
Gudang Prestasi,di bawah kepemimpinannya, siswa SMPN 2 Adiwerna meraih piala dalam 3 tahun terakhir, di antaranya: Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Tingkat Kabupaten Tegal 2025, juara 2 FLS2N Tari Kreasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024, juara Umum Jambore Pramuka Kwarcab Tegal 2023, juara 3 lomba konten video p[endek aktegori SMP tahun 2024, juara 3 lomba MAPSI tingka SMP tahun 2025.
Kiat Manajemen yang Diterapkan:
Kepada majalahfak`ta.id, Muhajirin membocorkan kiatnya yang disebutnya “MANJADDA” (Mandiri, Jujur, Disiplin, Adab).
Pertama, disiplin Keteladanan. Ia mewajibkan guru hadir 06.45 WIB dan menyambut siswa di gerbang. Keterlambatan guru dipangkas dari 30% menjadi 0% dalam setahun. Kedua, digitalisasi Total, semua administrasi, presensi, dan rapor sudah berbasis aplikasi. Ketiga, Kemandirian Ekonomi Sekolah: memperbaiki Koperasi Siswa dan Kantin bekerja sama denga BAZNAS Kabupaten Tegal yang omsetnya digunakan untuk beasiswa 25 siswa yatim dan kurang mampu.
“Alhamdulillah, dari setiap tahun dalam penerimaan siswa baru. Kami harus menolak lebih dari 60 calon murid baru. Itu bukti kepercayaan masyarakat sangat tinggi pada SMP Negeri 2 Adiwerna,” ujar Muhajirin.
Terkait keikutsertaannya dalam seleksi Kadisdikbud, ia mengaku ingin mengabdikan pengalamannya lebih luas dan sebagai abdi negara keiutsertaanya dalam seleksi tersebut adalah bagian dari pengabdian kepada negara terutama didunia pendidikan Kabupaten Tegal.
“Saya sudah 29 tahun di dunia pendidikan. Saya ingin ide-ide yang selama ini di etapkan selama menjadi kepala sekolah (SMP N 2 Margasari, PLt. SMP N 2 Balapulang dan di SMPN 2 Adiwerna) bisa diterapkan di seluruh Tegal. Saya tidak punya beking, yang saya punya hanya gagasan dan rekam jejak. Silakan publik yang menilai,” pungkasnya tegas. (sus)






