FAKTA — Kalau biasanya akhir pekan di Kota Batu identik dengan kabut Gunung Banyak dan antrean sate kelinci, akhir pekan 31 Juli sampai 2 Agustus 2025 ini rasanya beda. Kota setinggi 700 mdpl itu akan berubah jadi satu panggung raksasa.
Dari langit sampai jalan protokol, dari deru mesin Vespa klasik sampai dentum drum Bantengan, semuanya terjadi berbarengan. Dinas Pariwisata memperkirakan puluhan ribu wisatawan akan turun sekaligus. Artinya: macet iya, meriah juga iya.
Dimulai dari Langit: Paralayang Tarik Atlet Asia
Pembuka pestanya bukan di alun-alun, tapi di atas angin. Mulai Jumat (31/7) hingga Minggu (2/8), kawasan Gunung Banyak jadi tuan rumah Kejuaraan Paralayang Level Asia. Tiga hari penuh, warna-warni parasut akan menghiasi langit Batu. Buat pecinta olahraga udara, ini bukan sekadar lomba. Ini soal adu teknik melawan angin Batu yang terkenal nakal.
Sabtu: Mesin Tua dan Lampu Neon
Begitu turun ke darat, suasananya langsung geser. Di Pujon, ratusan pecinta Vespa klasik akan menggelar Jambore Vespa pada Sabtu (1/8) dan Minggu (2/8). Bayangkan deretan Vespa tahun 60-an mengkilap, knalpot ngebul, dan komunitas dari berbagai kota ngumpul tukar cerita.
Malamnya giliran Batu Night Spectacular yang memanaskan suasana. Konser musik digelar Sabtu dan Minggu malam. Lampu, musik, dan hawa dingin Batu — paket lengkap buat yang cari hiburan malam.
Minggu: Lari Pagi, Lalu Bantengan Tutup Jalan
Puncaknya ada di hari Minggu (2/8/2026). Sejak subuh, jalanan sekitar Oro-Oro Ombo akan ramai. Ajang lari Nilaya Run mengumpulkan pelari dari berbagai daerah. Napas mereka masih belum selesai, giliran budaya yang ambil alih.
Pukul 09.00 WIB, parade seni kolosal Bantengan Nuswantoro dimulai. Puluhan grup dari berbagai daerah akan menari, mengaum, dan memukul alat musik tradisional di jantung kota.
Karena inilah, Satlantas Polres Batu memutuskan menutup total sejumlah ruas protokol. Ruas yang ditutup mulai Minggu pukul 09.00 WIB sampai acara selesai: Jalan Agus Salim, Jalan Gajah Mada, Jalan Panglima Sudirman.
“Penutupan jalur protokol sudah kami siapkan. Kami juga sudah menyiapkan skema pengalihan arus dan jalur alternatif agar aktivitas masyarakat maupun wisatawan tetap berjalan,” kata Kasat Lantas Polres Batu, AKP Jaka.
Tips Selamat Bertahan di Tengah Keramaian
Ps Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, mengimbau wisatawan dan warga lokal untuk lebih siap. “Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan yang hendak berkunjung ke Kota Batu agar tetap berhati-hati, mengutamakan keselamatan, serta mematuhi arahan petugas. Jika memungkinkan, gunakan jalur alternatif dan hindari area penutupan agar perjalanan tidak terhambat,” ujarnya.
Buat kamu yang mau ke Batu akhir pekan ini, kuncinya cuma satu: berangkat lebih awal, cek info rekayasa lalu lintas terbaru, dan siapkan mental untuk menikmati macet dengan pemandangan.
Karena jujur saja, kapan lagi bisa lihat paralayang di pagi hari, kopdar Vespa di siang hari, konser di malam hari, lalu ditutup parade Bantengan yang menggetarkan dada di hari Minggu.
Batu memang tidak pernah tidur. Akhir pekan ini, dia malah tidak mau kedip sama sekali. (Mud)






