Sulbar, majalahfakta.id – Salah satu figur pemuda dan aktivis yang vokal mengawal isu anggaran di wilayah Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat, aktivis Rizal Kahfi, ia mendesak Bupati Mamasa untuk segera mencopot Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait polemik pengelolaan keuangan daerah, tunggakan penghasilan tetap (siltap) perangkat desa, serta masalah utang.
Aktivis Rizal Kahfi, mengungkapkan, total DAU tambahan yang diterima Pemkab Mamasa adalah Rp112,4 Miliar, ditambah DBH kurang bayar Rp2,4 Miliar, sehingga totalnya Rp114,8 Miliar. “Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17 Miliar disebut sudah digunakan, padahal Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 belum ditetapkan. Dana yang disebut digunakan untuk membayar Siltap Desa sekitar Rp15 Miliar dan utang obat sekitar Rp1,1 Miliar, serta kebutuhan lainnya, ” ungkap aktivis Rizal Kahfi dengan jelas, Sabtu (31/10/2026).
Lanjut, dia katakan penggunaan tersebut harus diuji sesuai Perda Kabupaten Mamasa No. 2 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. “Pengeluaran mendahului Perubahan APBD hanya sah untuk keadaan mendesak, harus ada Perkada-nya, dan harus diberitahukan ke DPRD. Persoalannya, mana Perkada baru untuk DAU tambahan ini,” kata Rizal Kahfi dengan penuh tanda tanya.
Lebih lanjut ditegaskan alasan urgent tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melanggar prosedur. “Kita tidak mau ada oknum yang memanfaatkan situasi ini demi kepentingannya sendiri. Semua harus melalui mekanisme yang sah. Siltap Desa memang wajib dibayar tapi harus melalui mekanisme yang sah. Bukan dengan cara pakai dulu, legalitas belakangan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Bupati Mamasa segera mencopot Kepala BPKAD Kabupaten Mamasa dari jabatannya karena dinilai tidak kompeten dalam menjalankan keuangan daerah.
”Kami memberi waktu kepada Bupati untuk mengambil sikap. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, kami akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk keprihatinan kami kepada daerah, dan bentuk kekecewaan kami kepada Bupati yang masih mempertahankan orang yang dinilai tidak kompeten,” ancam dengan tegas aktivis Rizal Kahfi yang dikenal vokal dan kritis. (Ammank-007)






