PESAN INDAH AL-QUR’AN — NOMOR 0127
QS. Al-Baqarah: 129
FAKTA – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menurunkan petunjuk untuk menerangi hati dan memperbaiki kehidupan manusia. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, pendidik agung yang membimbing umat dengan wahyu, hikmah, dan keteladanan.
Malam itu, pengurus masjid berdiri di dekat pintu setelah kajian selesai. Ia tersenyum melihat jamaah memenuhi ruangan. Penceramah baru saja menyampaikan pentingnya ukhuwah, menjaga lisan, dan menghormati sesama Muslim.
Namun, beberapa langkah dari tempat itu, dua jamaah terlibat perdebatan sengit. Persoalan perbedaan pendapat yang sebenarnya bisa dibicarakan dengan tenang berubah menjadi saling menyindir. Wajah mereka tegang. Kata-kata yang terlontar terasa jauh dari nasihat yang baru saja didengar.
Pengurus masjid itu terdiam. Ia tidak ingin merasa paling benar atau menghakimi siapa pun. Tetapi sebuah pertanyaan mengusik hatinya: mengapa ilmu yang begitu sering didengar belum selalu tampak dalam perilaku?
Ia teringat betapa banyak tenaga dicurahkan untuk menghadirkan penceramah, menyusun jadwal kajian, dan memakmurkan masjid. Semua itu penting. Namun, ia mulai memahami bahwa keberhasilan dakwah tidak cukup diukur dari ramainya ruangan atau banyaknya materi yang disampaikan.
Ilmu seharusnya tidak hanya menambah apa yang kita ketahui, tetapi juga memperbaiki siapa diri kita. Ia semestinya membuat lisan lebih terjaga, hati lebih rendah, dan hubungan dengan sesama lebih baik.
Ia pun teringat doa Nabi Ibrahim, yang tidak hanya memohon hadirnya seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat Allah dan mengajarkan ilmu, tetapi juga untuk menyucikan jiwa manusia.
PESAN INDAH DARI AL-QUR’AN
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 129)
1. Tafsir Ibnu Katsir
Nabi Ibrahim memohon agar Allah mengutus seorang rasul dari keturunannya. Doa ini berkaitan dengan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, yang membacakan ayat-ayat Allah, mengajarkan Kitab dan Hikmah, serta menyucikan umat dari kesyirikan dan perilaku jahiliah.
2. Tafsir Al-Azhar — Buya Hamka
Pesan ayat ini dapat direnungkan melalui kesatuan antara pengajaran wahyu, hikmah, dan penyucian jiwa. Pendidikan agama bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membimbing manusia agar nilai-nilai kebenaran hadir dalam sikap dan perbuatannya.
3. Tafsir Al-Jalalain
Ayat ini menjelaskan permohonan agar diutus seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, mengajarkan Kitab dan Hikmah, serta menyucikan umat dari kemusyrikan. Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana dalam menetapkan risalah-Nya.
REFLEKSI HARI INI
Memakmurkan masjid bukan hanya menghadirkan banyak orang untuk mendengarkan ilmu. Kita juga perlu membangun suasana yang menumbuhkan kerendahan hati, menjaga persaudaraan, dan mendorong perubahan perilaku.
Jangan hanya bertanya, “Berapa banyak ilmu yang sudah kita dengar?” Tanyakan pula, “Akhlak apa yang sudah berubah dalam diri kita?”
DOA
Ya Allah, jadikanlah ilmu yang kami pelajari sebagai cahaya bagi hati dan pedoman bagi perilaku kami. Bersihkan hati kami dari kesombongan, jaga lisan kami dari menyakiti sesama, dan bimbinglah kami agar mampu mengamalkan kebenaran dengan hikmah. Aamiin.
Iwan Muhajirin
Pesan Indah Al-Qur’an
Story First. Knowledge Later. Legacy Forever






