Kadis Pendidikan Simeulue Buka Rakor Lintas Sektor PAUDHI, Fokus pada Pemenuhan 8 Indikator Holistik

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, Sahirman, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI), yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue pada Selasa (15/9/2026). (Foto: Disdik Simeulue)

Simeulue, majalahfakta.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, Sahirman, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI). Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue pada Selasa (15/9/2026).

Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjamin pemenuhan hak tumbuh kembang anak usia dini secara menyeluruh. Sahirman menekankan bahwa pendekatan PAUDHI tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga mengintegrasikan layanan kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan anak, serta aspek sosial dan kesejahteraan.

Fokus Utama: Pencapaian Delapan Indikator PAUDHI

Dalam arahannya, Sahirman menegaskan bahwa rakor ini memfokuskan pembahasan pada upaya agar setiap satuan PAUD di Kabupaten Simeulue dapat memenuhi delapan indikator PAUDHI. Kedelapan indikator tersebut mencakup aspek-aspek vital seperti status gizi, imunisasi, akses air bersih dan sanitasi, stimulasi pembelajaran, hingga perlindungan dari kekerasan.

“Target kita jelas, yaitu memastikan setiap satuan PAUD mampu memenuhi kedelapan indikator tersebut. Ini adalah standar minimal untuk menjamin kualitas layanan yang holistik bagi anak-anak kita,” ujar Sahirman.

Kolaborasi Luas Melibatkan Berbagai Instansi dan Posyandu

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi kunci yang berperan dalam ekosistem PAUD. Turut hadir dalam rakor tersebut antara lain perwakilan dari Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas Simeulue Timur, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil), Dinas PUPR, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Selain unsur pemerintah daerah, rakor ini juga melibatkan peran serta masyarakat melalui kehadiran perwakilan Posyandu, Bunda PAUD Kabupaten Simeulue, Camat Simeulue Timur sebagai perwakilan wilayah, Korwasda Simeulue, serta organisasi mitra seperti HIMPAUDI dan IGTKI. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen tinggi daerah dalam mewujudkan layanan PAUD yang terpadu.

Menyamakan Persepsi untuk Layanan Terbaik

Pelaksanaan rakor ini berlandaskan pada kebijakan pemerintah tentang PAUD Holistik Integratif serta hasil identifikasi kebutuhan dan permasalahan di lapangan. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi, meningkatkan komunikasi antarinstansi, dan membangun komitmen bersama.

“Melalui forum ini, kita berharap terbangun kerja sama yang semakin kuat sehingga pemenuhan kebutuhan anak usia dini di Kabupaten Simeulue dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” ungkap Sahirman.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan setiap anak usia dini di Simeulue dapat memperoleh stimulasi dan perlindungan yang optimal, mendukung mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (Uris)