Tulungagung, majalahfakta.id — Membangun kepercayaan masyarakat tidak selalu dimulai dari ruang seminar. Kehadiran langsung di tengah kegiatan warga menjadi langkah awal untuk memperkenalkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Memasuki minggu ketiga bulan Agustus 2026, pelaksanaan Belajar Bersama Komunitas (BBK), mahasiswa Fakultas Vokasi Program Studi Kearsipan dan Informasi Digital Universitas Airlangga mulai memperluas pendekatan kepada masyarakat Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Pendekatan ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan program sosialisasi arsip keluarga yang diselenggarakan pada Rabu (12/8/2026).
Membangun Kepercayaan melalui Kegiatan Masyarakat
Kegiatan diawali dengan partisipasi mahasiswa dalam pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan oleh tim Puskesmas Kecamatan Campurdarat di Desa Ngentrong. Selain mendukung pelayanan kesehatan, mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri kepada warga serta menyampaikan informasi awal mengenai pentingnya mengikuti sosialisasi arsip keluarga.
Kolaborasi bersama Pemerintah Desa
Pada hari berikutnya, mahasiswa mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) sebagai bentuk partisipasi dalam proses perencanaan pembangunan desa.
Dr. Dyah Puspitasari Srirahayu, S.Kom., M.Hum., Dosen dan Peneliti di Fakultas Vokasi UNAIR Jurusan Kearsipan dan Informasi Digital menjelaskan, setelah kegiatan itu, mahasiswa bersama tim melaksanakan sosialisasi dan uji coba Standar Operasional Prosedur (SOP) kearsipan kepada perangkat Desa Ngentrong. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan tata kelola arsip yang lebih tertib agar dapat mendukung pelayanan administrasi desa.
Kontribusi mahasiswa juga diwujudkan melalui kegiatan administrasi di Balai Desa Ngentrong. Mahasiswa membantu proses pelayanan kepada masyarakat, salah satunya dalam pengurusan surat pengantar Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai pelayanan administrasi sekaligus mempererat hubungan dengan perangkat desa dan masyarakat.
Pendekatan melalui Dunia Pendidikan
Pendekatan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan di balai desa, tetapi juga melalui kegiatan di TK Utama II Desa Ngentrong. Mahasiswa berinteraksi dengan orang tua siswa dan menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan sosialisasi arsip keluarga yang akan datang.
Pada hari berikutnya, mahasiswa kembali mendampingi kegiatan belajar dengan membantu mengajar anak-anak menari. Suasana yang menyenangkan ini sekaligus memperkuat hubungan mahasiswa dengan lingkungan sekolah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga membangun komunikasi dan kepercayaan masyarakat. Kehadiran dalam kegiatan kesehatan, pemerintahan, pelayanan administrasi, dan pendidikan menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pentingnya pengelolaan arsip keluarga.
“Semoga pendekatan yang telah dilakukan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosialisasi arsip keluarga serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dokumen sebagai bagian dari perlindungan hak keperdataan,” harap Dyah. (Mud/F.1015)






