Kena Teror Tol KM 56 Saat Kawal Posko Logistik, Mas Botok Tegaskan 4 Bus Donasi Tetap Gratis

Bus rombongan AMPB yang terkena teror pelemparan baru di KM56. (Foto : Faiz)

FAKTA – Menjelang pergerakan massa menuju aksi puncak pada 27 Agustus 2026 mendatang, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, mengumumkan bahwa seluruh angkutan dan logistik warga yang berangkat ke Jakarta dipastikan gratis. Namun di tengah masifnya dukungan swadaya masyarakat tersebut, insiden teror mewarnai perjalanan awal rombongan perintis AMPB pada Senin, 24 Agustus 2026. Bus yang ditumpangi Mas Botok bersama jajaran pengurus dilempar batu oleh orang tak dikenal di KM 56 jalan tol arah Jakarta.

Salah satu rekannya melihat bahwa ada 2 orang bermasker jembatan perlintasan warga setempat yang melempar batu dan pergi secara tiba-tiba.

Perjalanan rombongan awal tersebut bertolak lebih cepat menuju ibu kota bukan tanpa alasan. Kehadiran Mas Botok dan tim pendahulu bertujuan khusus untuk memastikan kelangsungan serta pasokan logistik bagi rekan-rekan relawan yang telah lebih dulu mendirikan posko perjuangan di kawasan Senayan. Langkah taktis ini diambil agar kebutuhan mendasar massa pendemo yang terus berdatangan dari berbagai daerah dapat terjamin secara optimal hingga hari pelaksanaan aksi.

Meski diintai teror dan aksi intimidasi fisik di jalan tol, Mas Botok menegaskan bahwa pergerakan gelombang rakyat tidak akan surut. Kebutuhan koordinasi lapangan di posko Senayan jauh lebih krusial untuk diprioritaskan, terutama dalam menyelaraskan distribusi bantuan dari jaringan masyarakat lokal Jakarta yang siap menyokong perjuangan warga daerah.

Mas Botok mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas antusiasme dan kedermawanan warga yang menyokong gerakan ini. Pihaknya mengonfirmasi telah menerima donasi empat unit bus dari masyarakat Pati, sehingga seluruh peserta aksi yang akan bertolak pada gelombang berikutnya sama sekali tidak dipungut biaya operasional.

“Alhamdulillah kita mendapat donasi empat bus dari masyarakat Pati. Berarti untuk kawan-kawan yang ikut aksi 27 Agustus di Gedung DPR RI Jakarta, seluruh peserta aksi tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Soal konsumsi dan logistik juga sudah disiapkan oleh rekan-rekan relawan di lapangan,” ungkap Mas Botok.

Selain armada transportasi gratis, kebutuhan pangan massa selama bertahan di Jakarta juga dipastikan aman berkat solidaritas komunitas dapur umum di ibu kota. Mas Botok menyebut bahwa pasokan makanan, minuman, hingga kudapan harian disuplai penuh oleh swadaya warga Jakarta yang tergerak menyokong perjuangan masyarakat daerah, tanpa ada campur tangan anggaran negara.

“Nanti di Jakarta ada komunitas dapur umum yang menyuplai makanan, minuman, kopi, hingga sembako untuk teman-teman dari Pati. Mereka langsung menyambut kita dan bersedia menanggung logistik. Sumber dananya murni dari warga Jakarta yang diberi rezeki lebih dan memiliki kepedulian tinggi terhadap gerakan ini, jadi bukan dari uang negara,” paparnya.

Sesuai dengan rencana pergerakan, keberangkatan utama armada bus yang mengangkut rombongan besar warga Pati dijadwalkan bertolak pada Rabu, 26 Agustus 2026 siang. Kendati diwarnai insiden pelemparan batu di KM 56, pengawalan logistik posko Senayan kini dipastikan berjalan solid demi menyambut kedatangan massa pengawal pengesahan RUU Perampasan Aset di depan Gedung DPR RI. (fa)