Daerah  

Teupah Tengah Perkuat Komitmen PMT Lokal, Wujudkan Generasi Sehat dan Ketahanan Pangan Daerah

Camat Teupah Tengah, Ikhwan Jamil (tengah), berfoto bersama Kepala UPTD Puskesmas Teupah Tengah, Kapolsek, serta Danposramil usai penandatanganan komitmen pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal di aula puskesmas setempat, Kamis (16/7/2026).(Foto: Ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Pemerintah Kecamatan Teupah Tengah bersama lintas sektor melaksanakan Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal di Aula UPTD Puskesmas Teupah Tengah, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Camat Teupah Tengah, Drh. Ikhwan Jamil, M.Si., dan dihadiri oleh Kapolsek Teupah Tengah, Ipda Armen Desky, Danposramil Teupah Tengah, Kepala UPTD Puskesmas Teupah Tengah Yunizar, SST., M.K.M., Pendamping Desa, Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), para Kepala Mukim, Kepala Desa, serta Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kecamatan Teupah Tengah.

Dalam arahannya, Camat Teupah Tengah, Drh. Ikhwan Jamil, M.Si menegaskan bahwa penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kesungguhan seluruh pihak dalam memastikan anak-anak dan ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup melalui pemanfaatan pangan lokal.

“PMT Lokal bukan hanya tentang makanan tambahan, tetapi merupakan investasi bagi masa depan generasi kita. Setiap telur, ikan, sayuran, dan hasil pangan lokal yang diberikan adalah bentuk kepedulian kita untuk menciptakan generasi Teupah Tengah yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Camat.

Ia menjelaskan, PMT Lokal memiliki peran strategis dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi desa. Pemerintah desa diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal yang tersedia di wilayah masing-masing agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Camat Teupah Tengah juga mengaitkan pelaksanaan PMT Lokal dengan pembangunan sektor pertanian dan pangan. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal yang menjadi pemasok utama kebutuhan pangan masyarakat.

“PMT Lokal harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kebutuhan telur dapat dipenuhi oleh peternak lokal, ikan dari nelayan kita, serta sayur dan umbi-umbian dari hasil pertanian masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak kita, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Drh. Ikhwan Jamil menyampaikan bahwa integrasi antara sektor kesehatan dan pertanian merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan.

“Ketahanan pangan dimulai dari desa. Ketika pangan lokal dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, maka kita sedang membangun Simeulue yang mandiri pangan, menekan stunting, dan mewujudkan generasi emas menuju Simeulue Bermartabat Tahun 2030,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Teupah Tengah, Yunizar, SST., M.K.M., menyampaikan bahwa PMT Lokal merupakan salah satu intervensi penting dalam percepatan penurunan stunting, khususnya bagi balita dan ibu hamil yang berisiko mengalami masalah gizi.

“Alhamdulillah, berdasarkan data yang ada, angka stunting di Kecamatan Teupah Tengah saat ini berada pada angka 1,7 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak. Namun demikian, kita tidak boleh berpuas diri. Kita harus terus bergerak dan memastikan seluruh sasaran mendapatkan pelayanan dan asupan gizi yang optimal,” ungkap Yunizar.

Ia menambahkan, PMT Lokal memiliki banyak manfaat karena memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, sehingga selain meningkatkan status gizi masyarakat, juga dapat mendorong peningkatan ekonomi lokal.

“Kami berharap komitmen yang telah ditandatangani hari ini dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di setiap desa. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Kecamatan Teupah Tengah dapat mempertahankan bahkan mencapai angka stunting nol persen di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Penandatanganan komitmen dilakukan oleh seluruh kepala desa dan unsur terkait sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan PMT Lokal yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Simeulue yang sehat, unggul, dan bermartabat, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Simeulue, yaitu “Mewujudkan Simeulue yang Bermartabat dan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Biru Tahun 2030.”

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Kecamatan Teupah Tengah terus menunjukkan komitmennya sebagai wilayah yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (F-472)